Khotbah Iduladha di Simpanglima Semarang Tekankan Kejujuran dan Kebersamaan

  • 27 Mei 2026 08:51 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang- Khotbah Salat Iduladha 1447 Hijriah di halaman Masjid Raya Baiturrahman Jawa Tengah, kawasan Simpanglima Semarang, Rabu, 27 Mei 2026 menekankan pentingnya nilai kejujuran, kebersamaan, serta semangat berlomba dalam kebaikan tanpa menyakiti orang lain. Pesan tersebut disampaikan khatib, Rektor Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara, Prof. Abdul Djamil, di hadapan ribuan jemaah.

Dalam khotbah bertema “Makna Iduladha untuk Peningkatan Ibadah dan Tanggung Jawab Kemasyarakatan”, Prof. Abdul Djamil mengajak umat Islam memahami bahwa ibadah haji dan kurban tidak sekadar ritual tahunan. Akan tetapi, juga sebagai sarana membentuk karakter yang jujur, sabar, dan peduli terhadap sesama.

Ia menyebut ibadah haji dan kurban mengandung pelajaran tentang pentingnya berlomba meraih keutamaan dengan cara yang baik tanpa harus merugikan orang lain. “Bersaing dengan jujur, berlomba-lomba tanpa menyakiti orang lain untuk mendapat keutamaan, tidak perlu menyakiti, kalaupun harus berebut, tak perlu main sikut,” ujarnya dalam khotbah.

Menurutnya, rangkaian ibadah haji juga sarat makna kebersamaan dan kesabaran. Ia mencontohkan prosesi tawaf bersama jutaan umat Islam, wukuf di Padang Arafah, hingga melontar jumrah di Mina sebagai simbol perjuangan memperoleh keutamaan dengan tetap menjunjung nilai-nilai kebaikan.

Prof. Abdul Djamil juga mengingatkan bahwa keberhasilan dalam menjalankan ibadah tidak seharusnya melahirkan kesombongan. Sebaliknya, kegagalan tidak perlu disikapi dengan menyalahkan pihak lain.

“Kalaupun tak berhasil, tak perlu bersedih hati lalu menyalahkan orang lain. Sebaliknya kalau berhasil mendapat banyak keutamaan, tak perlu takabur dan sombong,” katanya.

Selain itu, ia mengajak jamaah memahami makna mendalam dari ibadah haji dan kurban agar tidak berhenti pada aspek seremonial semata. Menurutnya, haji merupakan panggilan spiritual sebagaimana seruan Nabi Ibrahim AS kepada umat manusia untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci.

Ia juga mengingatkan para jamaah yang telah berhaji agar menjadikan ibadah tersebut sebagai momentum perubahan diri menuju kehidupan yang lebih baik. “Semangat berjamaah ke masjid semakin meningkat setelah kembali dari tanah suci, sikap dermawan juga meningkat setelah berhaji, dan perilaku kita menjadi lebih baik dibanding masa lalu,” tuturnya.

Sejak pagi, ribuan jemaah sudah memadati kawasan Simpang Lima Semarang untuk melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah di halaman Masjid Raya Baiturrahman Jawa Tengah. Jemaah mulai mengisi saf sejak pukul 06.00 WIB, sementara salat dimulai pukul 06.30 WIB dengan imam KH. Ulil Abshor Al Hafidz.

Pelaksanaan Salat Iduladha berlangsung khidmat dengan pengamanan aparat kepolisian dan petugas gabungan. Sejumlah ruas jalan di sekitar Simpanglima juga tampak dipadati kendaraan jemaah salat Id sejak pagi hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....