Kesadaran Warga Kabupaten Magelang Cek Kesehatan Gratis Masih Minim
- 23 Mei 2026 17:35 WIB
- Semarang
Poin Utama
- cek kesehatan gratis
- Vita Ervina
RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang - Tingkat partisipasi masyarakat Kabupaten Magelang melaksanakan program cek kesehatan gratis (CKG) masih tergolong rendah. Dari sekitar 1,3 juta sasaran lintas usia, baru sekitar 350 ribu warga yang tercatat telah memanfaatkan layanan tersebut.
“Angka kesadaran masyarakat Kabupaten Magelang melaksanakan cek kesehatan gratis masih cukup rendah. Dari 1,3 jutra penduduk Kabupaten Magelang yang telaha memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis bari 350 ribu orang,” kata Staf Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang Indana Aziza Putri saat sosialiasi Gerakan Hidup Sehat bersama dengan anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina, Jumat ( 22/5/2026).
Indana mengatakan, masih rendahnya masyarakat yang memafaatkan layana cek kesehatan gratis tersebut, mendorong Pemkab Magelang menggenjot sosialisasi dan meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya deteksi dini penyakit
Menurutnya, rendahnya angka partisipasi masyarakat tersebut,tidak lepas dari persepsi yang masih berkembang. Yakni, masyarakat enggan memeriksakan diri karena khawatir mengetahui adanya penyakit tertentu.
Sedangkan, cek kesehatan gratis merupakan program nasional yang sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Magelang, yakni Sehat Wargane. Program tersebut dirancang untuk menjangkau seluruh kelompok usia, mulai dari anak baru lahir, balita, hingga lanjut usia.
“Satu tantangan utama adalah rendahnya kesadaran masyarakat terhadap penyakit tanpa gejala atau silent killer, seperti hipertensi. Banyak warga merasa sehat karena tidak mengalami keluhan, padahal kondisi kesehatan sebenarnya berisiko," ujarnya.
Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDIP, Vita Ervina mengatakan, rendahnya minat warga tidak hanya terkait akses. Namun juga kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh, termasuk dari lingkungan sekitar, selain itu, program CKG seharusnya dimanfaatkan sebagai langkah preventif, bukan sekadar respons ketika sakit.
“Dengan pemeriksaan rutin, masyarakat dapat lebih dini mengidentifikasi potensi penyakit dan melakukan perubahan pola hidup. Kalau tahu lebih awal, pola makan dan gaya hidup bisa disesuaikan. Itu jauh lebih baik daripada menunggu sakit," kata Vita anggota DPR RI dari Dapil VI Jateng tersebut menyoroti fenomena ketakutan warga terhadap hasil pemeriksaan, yang justru menjadi penghambat utama. Untuk itu masayarakat harus mengubah pola pikir tersebut Karena deteksi dini justru menjadi kunci dalam menjaga kualitas hidup.(wied)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....