TMMD di Wates Nglaliyan Tak Hanya Bangun Fisik, Warga Juga Dapat Penyuluhan
- 22 Mei 2026 15:31 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II 2026 di Kelurahan Wates, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang tak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan kapasitas masyarakat melalui penyuluhan dan pelatihan. Program kolaborasi antara TNI dan Pemerintah Kota Semarang tersebut resmi ditutup setelah menyelesaikan sejumlah pembangunan infrastruktur, serta kegiatan pemberdayaan warga.
Komandan Kodim 0733 Kota Semarang, Kolonel Inf. Priyo Handoyo mengatakan pelaksanaan program di Kelurahan Wates berhasil merealisasikan berbagai sasaran fisik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satunya yakni pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 10 unit yang dikerjakan bersama Baznas.
Selain itu, program juga menghadirkan pembangunan tiga unit fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di Lapangan Wates yang kerap digunakan masyarakat untuk berbagai kegiatan. Saluran irigasi sepanjang 110 meter juga berhasil dibangun guna mendukung kebutuhan lingkungan sekitar.
“TMMD tahap II di Kelurahan Wates membangun RTLH sebanyak 10 unit. MCK di fasilitas umum, karena ada lapangan yang sering dipakai, tapi MCK tidak ada, kita bangun 3 MCK,” ucapnya usai penutupan TMMD Sengkuyung Tahap II 2026 di Aula Balai Kota Semarang, Kamis, 21 Mei 2026.
Priyo menjelaskan, kegiatan TMMD dilaksanakan bekerja sama dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Semarang. “Tujuannya membangun kesadaran masyarakat dengan berbagai macam hal seperti bela negara, Pancasila, pengendalian bencana khususnya kebakaran, pengendalian penyakit,” katanya.
Menurut Priyo, program TMMD menjadi bentuk kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk memperkuat kesejahteraan warga. Sasaran program juga diprioritaskan pada wilayah yang terdampak bencana dan masih memiliki keterbatasan akses maupun anggaran pembangunan.
“Sasaran kita memang yang terkena bencana. Pemkot kadang terbatas akses dan anggaran, maka di situ intervensi kami bisa masuk dan saling membantu dan melengkapi,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengapresiasi pelaksanaan program yang menyasar kawasan terdampak banjir. Menurutnya, keberadaan program tersebut membantu masyarakat agar tidak terlalu terdampak saat bencana terjadi.
“Untung sudah ada TMMD dulu. Tidak terlalu terguncang imbasnya,” ujarnya.
Ke depan, program TMMD Tahap III direncanakan berlangsung di Kelurahan Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari pada triwulan III tahun 2026. Pemerintah Kota Semarang menyerahkan penentuan lokasi prioritas kepada Kodim yang dinilai lebih memahami kebutuhan wilayah di tingkat bawah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....