Salatiga Kawal Isu Strategis Perkotaan lewat Pra-Rakor APEKSI 2026

  • 22 Mei 2026 10:51 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Salatiga – Pemerintah Kota Salatiga berkomitmen mengawal isu strategis perkotaan usai sukses menggelar pembukaan Pra-Rapat Koordinasi Komisariat Wilayah (Pra-Rakor Komwil) III APEKSI Tahun 2026 di Wahid Prime Hotel Salatiga, Selasa, 19 Mei 2026. Forum strategis yang dihadiri delegasi dari 25 kota ini mengusung tema besar mengenai kepemimpinan kota transformatif serta penyusunan peta jalan strategis jangka panjang.

Agenda akbar ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., bersama Ketua Komwil III APEKSI sekaligus Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, S.E. Selain itu, hadir pula perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup RI, Kementerian Dalam Negeri RI, serta para sekretaris daerah dari berbagai wilayah di lima provinsi.

Robby menyampaikan terima kasih atas kepercayaan besar yang ditaruh kepada Kota Salatiga untuk mengawal jalannya forum nasional ini. Ia memandang dinamika isu perimbangan keuangan menuntut kepemilikan tata kelola fiskal yang adaptif agar program pelayanan publik tidak terhambat.

Robby secara khusus juga berbagi pandangan mengenai peliknya urusan pengelolaan sampah, terutama bagi area perkotaan yang memiliki keterbatasan geografis maupun ketersediaan lahan. Sinergi antardaerah dan adopsi teknologi dinilai menjadi kunci utama agar pemecahan masalah lingkungan ini bisa berjalan efektif dan berkelanjutan.

Sementara, dalam sambutannya, Muhammad Farhan menjelaskan bahwa misi utama APEKSI saat ini difokuskan pada percepatan otonomi daerah serta penguatan sinergi antarwilayah demi mendongkrak kesejahteraan masyarakat. Ia juga menyoroti kompleksitas tantangan urban masa kini yang meliputi dampak perubahan iklim, kerentanan infrastruktur kota, penataan ruang, hingga keterbatasan pos pendanaan mitigasi.

Farhan menambahkan, tata kelola sampah perkotaan dan tingginya ketergantungan daerah terhadap dana transfer pusat menjadi catatan krusial yang harus segera dipecahkan. Oleh sebab itu, setiap pemerintah kota dituntut melahirkan inovasi mandiri dalam pembiayaan pembangunan tanpa mengabaikan aspek akuntabilitas keuangan.

Selain membedah isu lingkungan dan fiskal, forum ini turut merumuskan penguatan kota inklusif yang ramah bagi penyandang disabilitas serta kelompok rentan melalui rencana simposium bersama. Pertemuan ini pun resmi merekomendasikan Kota Cirebon sebagai tuan rumah Raker Komwil III 2027 dan Kota Bandung untuk Rakornas APEKSI 2027. (eka)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....