BPS Seleksi Petugas Sensus Ekonomi di Batang, Ponsel Tak Sesuai Standar Bisa Gugur
- 21 Mei 2026 19:15 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang — Seleksi petugas Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) di Kabupaten Batang tak hanya menguji kemampuan wawancara dan pemahaman lapangan, tetapi juga kesiapan teknologi. Calon petugas bisa gugur apabila gawai atau ponsel yang dimiliki tidak memenuhi standar untuk mendukung pendataan berbasis digital.
Kepala BPS Batang, Heni Djumadi mengatakan seluruh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan memanfaatkan aplikasi digital Computer-Assisted Personal Interviewing (CAPI). Oleh karena itu, kesiapan perangkat menjadi salah satu aspek penting dalam proses seleksi calon petugas.
“Seleksi yang dilakukan tentu yang paling penting gawai karena untuk menunjang tugas Sensus Ekonomi 2026, seluruhnya memanfaatkan aplikasi digital CAPI. Otomatis jika ponselnya tidak sesuai standar, itu menjadi penilaian kami,” ujar Heni saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 21 Mei 2026.
Ia menjelaskan, BPS Batang saat ini tengah mempersiapkan rekrutmen calon Mitra Statistik Tambahan Tahun 2026 untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi dan kegiatan statistik lainnya. Dari total 824 pendaftar yang didominasi pekerja swasta, sebanyak 751 orang lolos tahap awal dan mengikuti tes wawancara.
Meski demikian, persaingan dipastikan cukup ketat karena BPS Batang telah memiliki sekitar 300 mitra statistik hasil rekrutmen akhir 2025. Jumlah tersebut akan digabung dengan calon petugas baru guna memenuhi kebutuhan sekitar 825 petugas sensus di Kabupaten Batang.
“Dari kebutuhan 825 petugas, ternyata kami punya hampir 1.200 calon petugas, nanti kita saring. Untuk yang 300 tidak perlu kita saring lagi, tinggal yang 751 yang disaring,” katanya.
Heni memastikan BPS Batang tidak merekrut petugas dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) maupun PPPK. Namun, perangkat desa masih diperbolehkan ikut.
Ia menjelaskan, perangkat desa dinilai lebih memahami karakteristik masyarakat di wilayah masing-masing. “Yang masih diizinkan perangkat desa dari 248 desa, karena tentu lebih memahami seluk-beluk masyarakatnya, sehingga memudahkan dalam bertugas,” ujarnya.
Setelah dinyatakan lolos seleksi, petugas akan mengikuti pelatihan mulai 31 Mei hingga 11 Juni 2026 sebelum diterjunkan ke lapangan. Apel kesiapan bersama Bupati Batang dijadwalkan berlangsung pada 12 Juni, sementara pendataan door to door dimulai 15 Juni 2026.
Salah satu calon petugas sensus, Dian mengaku siap mengikuti perkembangan teknologi untuk mendukung pendataan berbasis aplikasi. Menurut pekerja swasta tersebut, penggunaan gawai dalam sensus sudah menjadi kebutuhan yang wajar di era digital.
“Tidak masalah pakai gawai karena sudah wajar kita harus bisa menyesuaikan dengan kemajuan teknologi informasi. Apalagi nanti waktu tugas harus didata pakai aplikasi, jadi sudah siap,” ujarnya.
Menurutnya, sebagai pekerja swasta, tentu ia akan lebih mudah melakukan sensus, karena dapat dilakukan setiap saat. "Bisa pagi sebelum kerja, bisa pas Sabtu Minggu," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....