Polisi Siagakan 1.569 Personel, Kawal Aksi Ojol di Semarang
- 20 Mei 2026 10:20 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Polda Jawa Tengah bersama Polrestabes Semarang menyiapkan sebanyak 1.569 personel gabungan untuk melaksanakan pelayanan pengamanan aksi penyampaian pendapat oleh komunitas transportasi ojek online(ojol) yang akan berlangsung di Kota Semarang pada Rabu, 20 Mei 2026. Kekuatan personel tersebut terdiri dari 685 personel Polrestabes Semarang beserta jajaran serta dukungan back up Polda Jawa Tengah sebanyak 884 personel.
Seluruh personel akan ditempatkan di titik kumpul massa, jalur konvoi, kawasan Simpang Lima, hingga sekitar Kantor Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan Semarang. Sebelum pelaksanaan tugas, seluruh personel mengikuti apel pelayanan yang dilaksanakan di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah dan dipimpin oleh Kabagops Polrestabes Semarang AKBP. Asep Supiyanto.
Dalam apel tersebut, pimpinan menekankan kepada seluruh personel agar mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan profesional selama melaksanakan pelayanan aksi penyampaian pendapat di lapangan. Selain itu, seluruh anggota juga diingatkan untuk menjaga disiplin, tidak mudah terpancing provokasi, serta mengutamakan komunikasi dan negosiasi dalam menghadapi peserta aksi.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Artanto menyampaikan ribuan personel yang diterjunkan tersebut difokuskan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. " Seluruh personel kami tekankan untuk mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan profesional dalam pelaksanaan tugas,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengamanan yang dilakukan merupakan bentuk pelayanan Polri dalam menjamin masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara aman dan tertib. “Pengamanan ini bukan semata-mata berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga bentuk pelayanan kepada masyarakat agar kegiatan penyampaian pendapat dapat berjalan dengan damai dan kondusif,” katanya.
Kabid Humas juga mengingatkan seluruh personel agar menjaga sikap dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu eskalasi situasi di lapangan. “Seluruh anggota diminta tetap profesional, tidak terpancing provokasi, dan selalu bertindak sesuai SOP,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia mengimbau kepada peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara damai serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung. “Kami mengajak seluruh peserta aksi maupun masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....