Tantangan Kian Kompleks, Direktur SDM RRI Tekankan Kreativitas dan Adaptasi

  • 19 Mei 2026 13:42 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang- Direktur SDM dan Umum Lembaga Penyiaran Publik(LPP) RRI, Dedi Suparman, meminta seluruh insan RRI untuk meningkatkan kreativitas dan terus beradaptasi dalam menghadapi tantangan dunia penyiaran yang semakin kompleks. Hal tersebut ia sampaikan dalam acara Kenal Sambut Kepala LPP RRI Semarang di Auditorium RRI Semarang, Selasa, 19 Mei 2026.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi RRI saat ini tidak hanya berkaitan dengan efisiensi organisasi, tetapi juga tuntutan untuk memperkuat sinergi serta menghadirkan inovasi dalam pola kerja. “Tugas kita bukan semakin berat, tetapi semakin kompleks, maka cara bekerja kita harus berubah sehingga menghasilkan kinerja organisasi yang meningkat dengan kreativitas dan inovasi yang tinggi,” ujarnya.

Dedi mencontohkan, produksi konten seperti filler dan feature kini perlu memanfaatkan pendekatan teknologi agar tetap efektif dan relevan dengan perkembangan media saat ini. Selain menyoroti penguatan internal organisasi, ia juga menekankan pentingnya sinergi media publik dalam menyukseskan perhelatan Piala Dunia yang hak siarnya dipegang oleh LPP TVRI.

Menurutnya, kolaborasi antara RRI, TVRI dan LKBN Antara, menjadi langkah strategis agar euforia pesta sepak bola dunia dapat dirasakan masyarakat Indonesia. “Kita diuji bagaimana memberikan sebuah pesta bola yang bisa dirasakan masyarakat Indonesia melalui format masing-masing lembaga, baik radio, televisi, maupun pemberitaan,” katanya.

Ia mengakui promosi menjadi tantangan utama, sehingga seluruh satuan kerja RRI di berbagai daerah diminta aktif menggencarkan promosi agar atmosfer pesta bola semakin terasa di tengah masyarakat. Dedi juga mendorong hadirnya berbagai program kreatif seperti talkshow, feature olahraga, siaran langsung, hingga kegiatan ‘dengar bareng’ yang melibatkan masyarakat dan mitra kerja.

Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat kedekatan RRI dengan pendengar sekaligus membangun sinergi bersama UMKM, seniman lokal, dan dunia usaha. “Bagaimana program-program ini didesain supaya teman-teman bisa dekat dengan masyarakat dan pendengar,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Dedi turut mengingatkan seluruh aparatur sipil negara di lingkungan RRI untuk terus meningkatkan kompetensi dan keterampilan melalui pelatihan maupun pengembangan mandiri. Ia menyebut, setiap ASN ditargetkan memenuhi minimal 24 jam pelajaran pengembangan kompetensi setiap tahun sebagai bagian dari penilaian kinerja pegawai.

Selain itu, pegawai juga diminta aktif memperbarui data pengembangan kompetensi pada aplikasi MyASN. Menurut Dedi, data kompetensi tersebut menjadi bagian penting dalam pengukuran indeks profesionalisme ASN, termasuk pertimbangan keberlanjutan pegawai PPPK di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....