Ruang Digital Jadi Jalur Baru Narkoba, BNN Jateng Ingatkan Mahasiswa
- 15 Mei 2026 15:08 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Ancaman peredaran dan penyalahgunaan narkoba kini semakin menyasar generasi muda melalui ruang digital. Untuk menjawab tantangan tersebut, Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Tengah memberikan penyuluhan bahaya narkoba kepada para mahasiswa di Semarang.
Penyuluhan dilaksanakan dalam rangkaian Binus Festival Character Building Development Center (CBDC). Kegiatan digelar di Mini Hall Binus University Semarang, Rabu 13 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan mahasiswa melalui edukasi, literasi digital, dan pembangunan karakter agar tidak mudah terpapar narkoba. Ratusan mahasiswa aktif berdiskusi mengenai tantangan generasi muda dalam menghadapi ancaman narkoba yang semakin kompleks dan dekat dengan kehidupan digital sehari-hari.
Kepala BNN Jateng, Toton Rasyid menjelaskan Indonesia masih menjadi sasaran pasar besar jaringan narkoba internasional karena kondisi geografis dan jumlah penduduk yang besar. Berdasarkan data, Jateng memiliki angka prevalensi penyalahgunaan narkoba sebesar 1,3 persen atau sekitar 195 ribu jiwa terpapar narkoba.
Menurutnya, mahasiswa saat ini tidak hanya menghadapi ancaman narkoba secara konvensional, tetapi juga perang pengaruh di ruang digital yang dapat merusak pola pikir, gaya hidup, dan masa depan generasi muda. Oleh karena itu, penguatan karakter menjadi kebutuhan mendesak agar mahasiswa memiliki daya tahan terhadap berbagai bentuk penyimpangan sosial.
“Jangan pernah berpikir narkoba hanya menyasar kelompok tertentu. Hari ini yang disasar adalah generasi muda produktif, termasuk mahasiswa yang aktif di ruang digital,” katanya.
Ia mengatakan, modus peredaran narkoba sekarang berubah sangat cepat. Tidak hanya memanfaatkan media sosial, pergaulan daring, tetapi juga pendekatan psikologis yang membuat anak muda merasa aman padahal sedang dijebak. Penyalahgunaan narkoba bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan masa depan, menurunkan produktivitas, merusak relasi sosial, dan melemahkan daya saing bangsa.
Ia menegaskan, mahasiswa harus memiliki keberanian untuk menolak narkoba sekaligus menjadi pelopor edukasi di lingkungan sekitarnya. “Mahasiswa harus menjadi kelompok yang paling sadar terhadap bahaya narkoba," ujarnya.
"Pengetahuan saja tidak cukup, harus dibarengi karakter yang kuat, lingkungan yang sehat, dan keberanian untuk mengatakan tidak terhadap narkoba. Jika generasi muda runtuh karena narkoba, maka bangsa ini kehilangan masa depannya,” katanya.
Direktur Kampus Binus Semarang, Dr. Fredy Purnomo M.Kom menegaskan pendidikan tinggi tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang unggul secara akademik. Akan tetapi juga membentuk manusia yang memiliki integritas, moralitas, dan rasa cinta tanah air.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital harus diimbangi dengan pembangunan karakter agar mahasiswa tidak kehilangan arah di tengah derasnya arus informasi dan perubahan gaya hidup global. Ia mengingatkan, generasi muda harus tetap mengingat akar budaya, nilai kebangsaan, dan tanggung jawab sosial sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.
“Kita boleh maju secara teknologi, tetapi tetap harus memiliki karakter, nilai, dan rasa cinta tanah air. Jangan melupakan akar kita sebagai bangsa Indonesia,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....