Warga Desa Sidodadi Patean Sambut Gembira Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi
- 13 Mei 2026 15:56 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kendal - Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi di Dusun Tembelang, Desa Sidodadi Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal disambut gembira seluruh warga, pada Rabu, 13 Mei 2026. Jembatan dengan panjang 12 meter dan lebar 3 meter tersebut diresmikan oleh Kapolres Kendal dan Bupati Kendal bersama jajaran Forkopimda Kendal.
Jembatan itu merupakan penghubung antar dusun yang menjadi akses kehidupan segala aktivitas warga, baik ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lainnya. Pembangunan jembatan tersebut hasil sinergitas Polres Kendal dengan Pemkab Kendal bersama masyarakat.
Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar mengatakan, ide pembangunan jembatan tersebut berawal dari informasi adanya bencana tanah longsor yang mengakibatkan jembatan terputus."Jembatan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat, maka Polres Kendal dan Pemkab Kendal segera membangun kembali jembatan tersebut," ujarnya.
Kapolres Kendal berharap, masyarakat bisa menikmati dan memelihara jembatan yang baru ini agar terawat dengan baik. Apalagi, jembatan tersebut berada di tengah pemukim warga yang menjadi akses utama dalam berbagai aktivis warga.
"Harapannya, jembatan ini dirawat bersama. Tetap baik, sehingga aktivitas warga tetap lancar," ucapnya.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mengatakan jembatan ini dibangun atas sinergitas Pemda Kendal dengan Polres Kendal. Selain itu, juga sebagai bentuk komitmen Pemerintah Daerah untuk menindaklanjuti arahan Presiden.
Ia berharap, jembatan yang sudah terbangun ini dirawat bersama. "Pembangunan jembatan ini berasal dari dana Belanja Tidak Terduga atau BTT sebesar 638 juta rupiah," jelasnya.
Salah satu warga, Yani Setiawati bersama Ibu-ibu PKK desa setempat, berterima kasih dengan pembangunan jembatan di desanya. Pasalnya, dengan adanya jembatan tersebut, akan mempermudah akses warga yang hendak ke kebun maupun bagi anak-anak sekolah.
Tanpa jembatan tersebut, warga maupun anak-anak sekolah harus memutar dengan jarak yang jauh menuju tempat tujuan. "Kalau muter jauh sekitar dua jam dan kalau pas hujan, anak-anak tidak masuk sekolah," ujarnya.(FR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....