Portal Silayur Efektif Lancarkan Lalin, Warga Minta Drainase dan Jalan Dibenahi
- 13 Mei 2026 14:15 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Kondisi lalu lintas di kawasan tanjakan Silayur, Jalan Prof Dr Hamka, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang dinilai lebih lancar setelah adanya pemasangan portal pembatas kendaraan besar. Meski demikian, sejumlah persoalan infrastruktur jalan masih menjadi perhatian pengguna jalan.
Salah satu pengguna jalan, Ilham (27), mengaku hampir setiap hari melintasi jalur Silayur untuk berangkat kerja dari wilayah Mijen menuju kawasan Simpang Lima Semarang. Selain hari kerja, ia juga kerap melintasi jalur tersebut pada akhir pekan saat memiliki keperluan di pusat kota.
"Ya setiap hari kalau berangkat kerja saya lewat jalan Silayur. Sampai weekend juga kalau ada urusan turun, ya lewatnya Silayur juga," kata Ilham, Rabu 13 Mei 2026.
Menurut Ilham, kondisi jalur Silayur memang mengalami sejumlah perubahan dibanding beberapa tahun lalu. Namun, karakter tanjakan yang menantang menurutnya masih tetap sama seperti sebelumnya.
Ia menyoroti kondisi jalan yang masih bergelombang di sejumlah titik, terutama pada jalur arah turun. “Yang paling agak parah itu yang arah turun, yang arah naik itu sedikit,” katanya.
Selain jalan bergelombang, Ilham juga menilai terdapat patahan jalan di sekitar akses Permata Puri menuju tanjakan Silayur. Kondisi itu dinilai membuat kendaraan sulit mengambil ancang-ancang saat hendak menanjak.
"Kalau lewat situ enggak mungkin bisa ngebut. Jadi mau nanjak malah ibaratnya enggak bisa ancang-ancang," tuturnya.
Terkait pemasangan portal pembatas kendaraan besar, Ilham menilai kebijakan tersebut cukup membantu mengurangi kepadatan lalu lintas. "Ya mungkin ada efeknya juga sih, di jam-jam yang mungkin padat jadi lebih aman, enggak macet," ujarnya.
Ilham mengaku waktu tempuh dari rumah menuju pusat Kota Semarang kini lebih singkat dibanding sebelumnya. “Dulu itu sering banget macet, terutama kan itu Ngaliyan, sekitar 45 menit kalau macet, kalau sekarang lancar ya 30-35 menit,” ujarnya.
Selain mempercepat perjalanan, ia juga merasa lebih tenang saat melintas di kawasan Silayur setelah adanya portal pembatas kendaraan. “Rasa enggak terlalu was-was, dulu mungkin takut, amit-amit, ada rem blong gitu,” katanya.
Meski demikian, Ilham menilai jalur tanjakan Silayur masih memiliki risiko, terutama ketika kendaraan besar melintas pada malam hari. “Ya mungkin sebenarnya sih tanjakan itu tetap masih berbahaya juga gitu loh,” ucapnya.
Warga Ngaliyan lainnya, Kusuma (30), juga menilai kondisi lalu lintas di kawasan Silayur kini lebih aman dibanding sebelumnya. Ia mengaku lebih tenang karena kendaraan besar dengan muatan berat tidak lagi mendominasi jalur tersebut pada jam sibuk.
Meski demikian, Kusuma berharap masih ada pembenahan di sektor drainase kawasan turunan Silayur agar air hujan tidak mengalir ke badan jalan. “Kalau bisa dibenahi, bagaimana caranya air itu masuk ke drainase itu,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....