Usai Kebakaran, Pedagang Pasar Babe Kudus Masih Tunggu Sekat Kios Dibangun

  • 13 Mei 2026 14:04 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kudus – Pedagang Pasar Barang Bekas (Babe) di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus masih menunggu realisasi pembangunan sekat kios agar dapat kembali berjualan secara normal. Hingga kini, bangunan pasar yang kembali dibangun pascakebakaran pada 5 Juni 2024 belum juga ditempati karena belum tersedianya anggaran penyekatan kios.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Babe Kudus, Hariyanto mengatakan, para pedagang masih menunggu kepastian pembangunan sekat kios berukuran 1,8 meter x 2 meter. Hal ini menjadi syarat utama untuk kembali menempati lapak di bangunan baru.

Menurut Hariyanto, saat Pelaksana Harian(Plh) Kepala Dinas Perdagangan Kudus masih dijabat Eko Hari Jatmiko, para pedagang sempat mendapat penjelasan bahwa pembangunan sekat kios diupayakan dapat dianggarkan pada 2027. “Di akhir menjabat Plh sempat mengajak ketemu di kantor pasar Babe, akan dianggarkan untuk pembangunan sekat/kios pasar Babe,” ujarnya, Rabu, 13 Mei 2026.

“Kebetulan waktu itu juga ada rapat dengan bupati membahas anggaran APBD, dan sekalian akan disampaikan. Hanya saja pak Eko mengaku belum bisa jawab masalah anggarannya dari APBD atau CSR, tapi akan diusahakan 2027 terbangun,” kata Hariyanto.

Ia menjelaskan, sejak kebakaran melanda pasar, banyak pedagang terpaksa beralih profesi sementara karena keterbatasan modal usaha. Sebagian memilih menjadi tukang maupun kuli bangunan, sementara lainnya mencoba berjualan secara daring dari rumah sambil mengumpulkan modal.

“Sebagian lagi yang masih punya modal sedikit tetap berjualan di timur bangunan baru ini. Total seluruh pedagang di pasar Babe sebanyak 264 orang. Yang masih aktif berjualan sebanyak 90 an pedagang. Sisanya ganti profesi sementara sembari mengumpulkan modal,” kata Hariyanto.

Ia berharap pembangunan sekat kios dapat segera terealisasi agar para pedagang kembali memiliki tempat usaha yang layak. Menurutnya, sebagian besar pedagang sebenarnya siap kembali berjualan jika fasilitas pendukung sudah tersedia.

Sementara itu, Pelaksana Harian(Plh) Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Catur Sulistyanto mengakui pada 2026 belum tersedia anggaran untuk pembangunan sekat kios di Pasar Babe. Namun, pihaknya akan mengupayakan agar kebutuhan tersebut dapat direalisasikan pada tahun berikutnya.

“Mudah – mudahan perekonomian cepat membaik sehingga untuk penyekatan kios di pasar Babe dapat segera dilaksanakan. Para pedagang dapat berjualan lagi dengan layak,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....