Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Semarang Belajar Jadi Petani
- 12 Mei 2026 13:52 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang mendapat pelatihan budidaya sayur sebagai bekal keterampilan bertani setelah bebas nanti. Kegiatan tersebut menjadi bagian pembinaan kemandirian agar warga binaan memiliki peluang bekerja maupun berwirausaha.
Pelatihan berlangsung di area integrated farming Lapas Semarang, Selasa, 12 Mei 2026. Lapas Kelas I Semarang menggandeng Edufarm Park Kecamatan Ngaliyan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, mengatakan pelatihan menjadi bagian program pembinaan keterampilan bagi warga binaan. Program tersebut bertujuan memberikan bekal ilmu yang dapat dimanfaatkan setelah menjalani masa pidana.
“Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan memberikan bekal ilmu agar warga binaan memiliki peluang bekerja maupun berwirausaha setelah selesai menjalani masa pidana,” ucap Tohari.
Ada sebanyak 20 warga binaan yang mengikuti pelatihan dengan mendapat pengawalan petugas lapas. Kegiatan juga digelar serentak secara daring bersama Lapas Kelas I Medan dan Lapas Kelas IIB Nunukan.
Pelatihan diawali sambutan Kepala Bidang Kegiatan Lapas Semarang, Wahyu Budi. Materi disampaikan Penyuluh Pertanian Lapangan dari Kementerian Pertanian, Ian dan Syihab.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan teknik budidaya sayuran secara langsung. Mulai dari pencampuran pupuk, sekam, hingga media tanam yang dimasukkan ke polybag.
Warga binaan juga mendapat pemahaman mengenai perawatan tanaman. Mereka belajar cara menangani hama dan penyakit pada tanaman sayur.
Menurut Tohari, hasil pelatihan menunjukkan warga binaan mulai memahami proses budidaya sayur. Mulai dari pengolahan media tanam hingga penanganan hama tanaman.
“Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bekal positif dalam mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan di masyarakat,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....