Pilih Bangun Pabrik di Jateng, Kadin Indonesia Kepincut Ekosistem Investasinya
- 11 Mei 2026 20:20 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Komisaris Utama PT VKTR sekaligus Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, mengaku kepincut dengan ekosistem investasi di Jawa Tengah hingga mantap membangun pabrik perakitan truk dan bus listrik di Kabupaten Magelang. Iklim usaha di Jawa Tengah dinilai sangat positif dengan dukungan tenaga kerja produktif, kawasan industri, hingga kebijakan pemerintah daerah yang pro investasi.
"Mungkin itu (alasan) kami percaya Jawa Tengah karena maju juga semua ekosistemnya," ujarnya saat Talk Show Empowering Green and Susteinable Growth: Unlocking Investment Opportunities in Central Java's Leading Sector di Hotel PO Semarang, Senin 11 Mei 2026.
Ia menyebut Jawa Tengah memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang besar dan menjadi salah satu daerah paling menjanjikan bagi investor. “Sangat positif ya, karena terlihat dari angka pertumbuhan ekonominya yang 5,89 persen, dan juga punya potensi skala yang lebih besar ke depannya,” ujar Anindya.
Kelengkapan ekosistem investasi itu diakuinya menjadi alasan utama perusahaanya memilih Jawa Tengah sebagai lokasi ekspansi industri kendaraan listrik. Keberadaan dua kawasan ekonomi khusus di Kendal dan Batang juga dinilai menjadi daya tarik tersendiri.
Selain itu, ketersediaan sekitar 20 juta tenaga kerja produktif yang diperkuat pendidikan vokasi membuat Jawa Tengah semakin kompetitif di mata investor. Termasuk, komunikasi aktif antara Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan dunia usaha juga menjadi faktor penting.
“Hubungan antara Pak Gubernur dan Kadin setempat bagus sekali. Jadi bisa membuka sumbatan-sumbatan yang mungkin ada. Kemudian insentif juga menarik, yang paling penting Pak Gubernur mau memperjuangkan kemudahan di level nasional,” ujar Anindya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan tren investasi di Jawa Tengah kini mulai bergeser dari padat karya menuju investasi berbasis teknologi dan modal besar. Meski begitu, pemerintah tetap membuka ruang bagi berbagai sektor mulai industri manufaktur, energi baru terbarukan, hingga pariwisata.
Luthfi mencontohkan sejumlah investasi teknologi tinggi mulai tumbuh di kawasan industri Jawa Tengah, termasuk sektor energi terbarukan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyiapkan sumber daya manusia agar mampu memenuhi kebutuhan industri masa depan.
“Dalam hal investasi, kami memberikan insentif terkait pajak bagi ekonomi terbarukan atau ekonomi hijau,” tegas Luthfi.
Di sektor transportasi, Luthfi juga membuka peluang penggunaan kendaraan listrik untuk layanan transportasi publik di Jawa Tengah. Rencana penambahan armada Trans Jateng akan dibarengi kajian penggunaan moda transportasi berbasis listrik.
Dukungan terhadap penguatan ekosistem investasi juga datang dari Bank Indonesia Jawa Tengah. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, mengatakan pihaknya akan memperkuat dukungan melalui kajian ekonomi hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Selain itu kami juga mendukung dari sisi advasary dalam hal ini adalah asesmen ekonomi terkait potensi dan multipler efek yang bisa dikembangkan oleh pemerintah Jawa Tengah dan juga kita mendukung melalui SDM unggul, melalui program beasiswa terutama untuk yang keterampilan itu akan kita tingkatkan pada tahun ini,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....