Hadapi Tantangan Fiskal, Kepala Puskesmas Diminta Kreatif Jalankan Program Kerja
- 10 Mei 2026 13:15 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Salatiga – Pemerintah Kota Salatiga mendorong transformasi paradigma kepemimpinan di sektor kesehatan guna menghadapi tantangan fiskal daerah. Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., meminta para Kepala Puskesmas untuk lebih kreatif dan berani berpikir out of the box dalam menjalankan program tanpa bergantung sepenuhnya pada APBD.
Langkah ini diambil menyusul target efisiensi belanja pegawai yang harus ditekan dari 48 persen menjadi 30 persen pada tahun 2027. Dalam pembinaan yang digelar di Arundaya Resto, Kamis, 7 Mei 2026, dr. Robby menekankan pentingnya kolaborasi dengan sektor swasta, PKK, dan organisasi keagamaan untuk memastikan pelayanan tetap berjalan optimal.
Selain efisiensi, jajaran Dinas Kesehatan juga didorong untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui inovasi layanan. Meski demikian, Wali Kota mengingatkan agar upaya mengejar pendapatan tidak boleh menggerus nilai kemanusiaan dan fungsi sosial rumah sakit atau puskesmas.
“Silakan tingkatkan kreativitas untuk menambah PAD, tetapi jangan sampai fungsi pelayanan dikalahkan oleh fungsi mencari uang. Edukasi tarif baru harus dilakukan secara hati-hati dan humanis,” ujar dr. Robby di hadapan para Kepala Puskesmas dan Klinik Paru Masyarakat (KPM).
Menanggapi arahan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga, dr. Prasit Alhakim, menyatakan bahwa pihaknya telah menyusun Peraturan Wali Kota (Perwali) terkait tarif pelayanan kesehatan sebagai dasar hukum penggalian potensi PAD yang baru. Regulasi ini diharapkan memberikan kepastian layanan sekaligus memperkuat kemandirian finansial sektor kesehatan daerah.
Melalui penguatan regulasi dan kreativitas layanan ini, Pemkot Salatiga optimis dapat mempercepat penanganan isu strategis seperti pencegahan stunting dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh. (eka)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....