Pemkab Purworejo Rekomendasikan Tutup Sementara Dapur SPPG Mranti

  • 08 Mei 2026 19:34 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Purworejo - Temuan benda asing mirip lintah mati dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 2 Purworejo berbuntut panjang. Pemkab Purworejo resmi merekomendasikan penutupan sementara dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mranti yang dikelola Yayasan Adieri Wadah Kasih untuk dievaluasi total.

Rekomendasi itu sudah dilayangkan ke Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pemegang kewenangan operasional SPPG.. “Kita memang sudah rekomendasikan setelah kejadian penemuan benda mirip lintah tersebut, namun yang berhak menutup sementara atau permanen tetap dari BGN. Kita sudah komunikasikan,” tegas Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, saat dikonfirmasi pada Jumat, 8 Mei 2026.

Wabup menyebutkan, langkah ini bentuk respons cepat atas keluhan masyarakat soal kualitas MBG. Sebelumnya, Pemkab sudah melakukan sidak ke sejumlah dapur SPPG bermasalah.

“Kemarin sudah ditutup itu ada dua SPPG. Ini kita lakukan setelah sidak ke lokasi SPPG yang bermasalah,” ujarnya. Ia menegaskan Pemkab hanya sebatas memberi hasil evaluasi dan rekomendasi. Keputusan final penutupan tetap di tangan BGN pusat.

“Kami hanya merekomendasikan ketika ada dugaan pelanggaran. Karena kewenangan penutupan tetap ada di pusat,” kata Dion.

Diketahui, kasus ini mencuat setelah seorang siswa SMPN 2 Purworejo melapor menemukan benda mencurigakan di menu tumis sawi dan wortel, Senin (27/4/2026). Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMPN 2 Purworejo, Kofsatun Mardiyah, membenarkan temuan itu.

“Ada satu siswa yang melapor menemukan benda yang mencurigakan di dalam sayur. Kami belum bisa memastikan itu hewan apa, namun bentuknya kecil dan menyerupai lintah dalam kondisi sudah mati,” jelasnya.

Sekolah langsung menghentikan konsumsi menu tersebut dan melapor ke SPPG. “Respons dari SPPG cukup cepat. Makanan langsung ditarik dan diganti. Hari berikutnya distribusi sudah kembali normal dan tidak ada laporan serupa,” tambah Kofsatun.

Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Purworejo, Wahyu, mengaku langsung sidak ke dapur produksi pukul 23.00 WIB pasca temuan.

“Kami evaluasi untuk proses produksinya dan untuk mitra juga berkomitmen melengkapi fasilitas, seperti AC, IPAL, dan pallet untuk gudang,” kata Wahyu, pada Jumat, 8 Mei 2026.

Wahyu menegaskan seluruh mitra dapur MBG sudah diimbau meningkatkan standar pelayanan dan kebersihan. Sidak akan terus digencarkan ke SPPG yang tak sesuai SOP.

"Iya kami sudah himbau untuk meningkatkan standar pelayanan. Kami akan sidak SPPG yang tidak sesuai dengan SOP," tutupnya.

Program MBG menyasar ribuan siswa di Purworejo. Temuan ini memicu sorotan soal pengawasan mutu dan higienitas dapur penyedia. Pemkab menunggu keputusan BGN terkait nasib operasional SPPG Mranti.(Ags)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....