Diduga Bunuh Diri, Pemuda asal Getasan Ditemukan Meninggal di Rawa
- 08 Mei 2026 11:39 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kabupaten Semarang – Pemuda berinisial R (24), warga Desa Sumogawe, Getasan, Kabupaten Semarang ditemukan meninggal dunia di area branjang ikan Desa Bejalen, Ambarawa, Kamis, 7 Mei 2026. Polisi menduga korban meninggal akibat bunuh diri.
Kapolsek Ambarawa, AKP Ririh Widiastuti mengatakan korban sebelumnya datang seorang diri ke kawasan wisata Kampoeng Rawa pada Selasa, 5 Mei 2026. Korban datang menggunakan sepeda motor dan menyewa branjang hingga Rabu pagi.
Korban kemudian diantar pemilik branjang menggunakan perahu motor menuju lokasi. Berdasarkan keterangan pemilik branjang, korban sempat mengatakan akan ada rekannya yang menyusul pada pukul 18.00 WIB.
| Baca juga: Kebakaran PT Dua Putra Hanguskan 70 % Pabrik |
“Namun hingga malam tiba, rekan yang dimaksud tidak kunjung datang,” ujarnya. Pemilik branjang kemudian mencoba menghubungi korban melalui WhatsApp sekitar pukul 19.40 WIB.
Namun nomor korban sudah tidak aktif sehingga pemilik tidak menaruh curiga. Pada Rabu pagi, pemilik branjang mendatangi lokasi tempat korban menginap, namun korban sudah tidak berada di lokasi.
Pemilik juga mendapati aki mobil 70 ampere dan tabung gas 3 kilogram miliknya hilang dari branjang. Pemilik branjang yang curiga dan mengira bahwa korban sudah mencuri Aki maupun tabung gas, langsung kembali ke pelabuhan Kampung Rawa.
Ia menjelaskan, pemilik kemudian mengamankan kendaraan korban di pos sekuriti sebagai jaminan. “Menunggu itikad baik korban,” ujanrnya.
Sementara, kakak korban, Slamet (35), kemudian mencari keberadaan adiknya hingga ke Kampoeng Rawa pada Rabu, 6 Mei 2026 sore. Setelah bertemu petugas keamanan, keluarga mengetahui kendaraan korban diamankan di pos keamanan.
Keluarga lalu menemui pemilik branjang untuk meminta penjelasan terkait keberadaan korban. “Setelah bertemu, pemilik branjang menceritakan bahwa korban pada Rabu pagi sudah dijemput namun tidak di lokasi branjang, bahkan tabung gas dan aki miliknya hilang dari branjang,” jelasnya.
Merasa ada kejanggalan, pemilik branjang bersama polisi dan warga melakukan pencarian pada Kamis pagi. Petugas kemudian curiga dengan jaring branjang yang turun ke dasar rawa.
Saat tali keramba ditarik, korban ditemukan meninggal dunia di dasar rawa. “Personel mencoba menarik tali keramba yang terhubung dengan katrol/kerekan, didapati pada kaki korban terdapat aki dan tabung gas yang dikaitkan menjadi satu,” ungkapnya.
Dari pemeriksaan medis, polisi tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut dan menolak dilakukan autopsi.
Polisi menduga korban meninggal akibat bunuh diri karena persoalan pribadi. “Keluarga yang menerima kejadian ini, membuat surat pernyataan menolak dilakukan autopsy, selanjutnya jenazah kami serahkan kepada keluarga,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....