Tekan Backlog Perumahan, Jateng Bangun 281 Ribu Rumah bagi Warga Miskin
- 07 Mei 2026 13:00 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Sebanyak 281.312 unit rumah bagi warga miskin telah terbangun di Jawa Tengah hingga triwulan I 2026. Capaian tersebut menjadi langkah besar dalam menekan backlog perumahan sekaligus memperluas akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Pembangunan rumah itu merupakan akumulasi sepanjang 2025 hingga awal 2026 melalui kolaborasi pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, hingga masyarakat. Program tersebut dijalankan melalui pembangunan rumah baru dan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Pada 2025, realisasi pembangunan rumah mencapai 274.514 unit dari berbagai sumber pendanaan. Rinciannya meliputi APBN sebanyak 14.454 unit, APBD Provinsi Jawa Tengah 17.510 unit, APBD kabupaten/kota 12.830 unit, CSR dan Baznas 4.012 unit, serta sumber lainnya mencapai 219.524 unit.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga melakukan pembaruan data sebanyak 6.184 unit. Memasuki triwulan I 2026, pembangunan kembali bertambah 6.798 unit sehingga total capaian meningkat menjadi 281.312 unit.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan, mengatakan capaian tersebut berdampak langsung terhadap penurunan backlog perumahan. Pada akhir 2025, backlog tercatat sekitar 1,33 juta unit dan berhasil ditekan menjadi sekitar 1,05 juta unit pada awal 2026.
Menurut Boedyo, pemerintah menargetkan backlog perumahan dapat ditekan secara bertahap dalam empat tahun ke depan. Upaya itu dilakukan melalui sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, serta dukungan CSR, Baznas, pelaku usaha, dan masyarakat.
Ia menjelaskan, penanganan backlog tidak hanya fokus pada kepemilikan rumah baru, tetapi juga peningkatan kualitas hunian masyarakat. Oleh karena itu, program RTLH terus diperkuat agar rumah warga memenuhi standar aman dan sehat.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan program RTLH merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. “Kami ingin setiap keluarga di Jawa Tengah memiliki tempat tinggal yang layak sebagai fondasi untuk hidup lebih sejahtera dan produktif,” ujar Ahmad Luthfi.
Manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh warga penerima bantuan. Salah satunya Subali, warga Desa Sirnoboyo, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, yang kini akhirnya memiliki rumah sendiri setelah sebelumnya tinggal menumpang.
Sebagai penjual bakso bakar keliling dengan penghasilan tidak menentu, Subali mengaku tidak pernah membayangkan bisa memiliki hunian layak. Kini, ia bersama istri dan anaknya dapat tinggal lebih nyaman dan tenang.
Rumah yang layak, menurutnya, memberi harapan baru bagi kehidupan keluarganya. “Sekarang lebih nyaman punya rumah sendiri, anak juga lebih semangat belajar,” katanya.
Manfaat serupa juga dirasakan Sumar, warga Desa Sirnoboyo, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri. Rumahnya yang sebelumnya berdinding kayu kini telah direnovasi menjadi bangunan tembok yang lebih kokoh dan aman.
Sebagai petani dan pekerja serabutan, Sumar mengaku selama ini kesulitan memperbaiki rumah karena keterbatasan biaya. “Rasanya lega, sekarang rumah lebih kuat dan atapnya sudah bagus,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....