Rakor Pekerja Sosial Masyarakat Jateng Dorong Peran sebagai Motor Kesejahteraan
- 05 Mei 2026 15:07 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang — Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Provinsi Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi tingkat provinsi sebagai upaya mendorong penguatan peran sebagai motor penggerak kesejahteraan sosial. Kegiatan ini mempertemukan para ketua IPSM kabupaten/kota se-Jawa Tengah di Semarang, Selasa, 5 Mei 2026.
Ketua IPSM Provinsi Jawa Tengah, Bambang Edy Wahono, menekankan pentingnya membangun sinergi antarwilayah. Ia menyebut masa pengabdian yang panjang harus diiringi dengan soliditas organisasi.
“Waktu pengabdian kita masih panjang. Melalui forum ini, kita harus saling mengenal dan bersinergi agar kehadiran PSM benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas,” ucapnya.
Hadir mewakili Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Kabid Pemberdayaan Sosial (Dayasos), Adoniati Meyria Widaningtyas Haripangesti, memberikan arahan terkait penguatan peran IPSM. Ia menyoroti pentingnya integrasi dengan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) di tingkat desa dan kecamatan.
“Kami sedang menggodok sistem Puskesos Jawa Tengah dengan rencana studi tiru ke Kabupaten Batang, Kota Magelang, dan Kabupaten Wonogiri. Kami ingin PSM menjadi motor penggerak utama di sana,” ujarnya.
Dalam rakor tersebut, sejumlah poin penting menjadi perhatian bersama, di antaranya:
- Rebranding PSM: Menyiapkan strategi "jual diri" atau peningkatan citra organisasi yang puncaknya akan dirayakan pada HUT PSM di Kabupaten Brebes mendatang.
- Peluang Kader: Terbukanya kesempatan bagi kader IPSM berkompeten untuk mengisi 67 kekosongan posisi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) murni di Jawa Tengah.
- Penguatan SDM: Bidang Dayasos akan difokuskan sebagai pusat Diklat bagi PSKS (Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial) guna mendukung regenerasi dan penyegaran organisasi.
- Hasil Advokasi: Forum juga melaporkan kesuksesan audiensi dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah serta penguatan jejaring dengan sentra-sentra Kementerian Sosial seperti Sentra Kartini, Margo Laras, Antasena, dan Satria.
Selain itu, forum juga mengidentifikasi sejumlah tantangan di lapangan, khususnya terkait administrasi dan digitalisasi data. Kendala teknis seperti penggunaan email serta pergantian pejabat di Dinas Sosial kabupaten/kota dinilai memengaruhi keberlanjutan koordinasi IPSM.
Ketua IPSM Kabupaten Temanggung, Setyo Sumaryanto, menyatakan kesiapan daerah untuk menindaklanjuti hasil rakor. Ia menegaskan pentingnya penguatan data dan regenerasi organisasi IPSM.
“Kami fokus pada penguatan data dan regenerasi. Tantangan birokrasi harus dijawab dengan soliditas organisasi di tingkat akar rumput,” ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....