Komunitas Mualaf Jateng Resmi Dibentuk, Perkuat Pembinaan dan Kemandirian
- 27 Apr 2026 15:54 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Komunitas Mualaf Jawa Tengah Indonesia (KMJTI) resmi dibentuk sebagai wadah pembinaan terpadu bagi para mualaf, dengan fokus memperkuat pendampingan keagamaan sekaligus mendorong kemandirian anggotanya.
Ketua Majelis Ulama Indonesia(MUI) Jawa Tengah sekaligus Ketua Baznas Jateng, Dr. KH. Ahmad Darodji, mengatakan kehadiran KMJTI tidak hanya menitikberatkan pada proses masuk Islam. Akan tetapi, juga memastikan adanya pembinaan berkelanjutan bagi para mualaf.
“Dulu mereka tersebar dalam beberapa kelompok, sekarang kita satukan agar tidak ada sekat. Dengan begitu mereka bisa lebih kuat dan terkoordinasi,” ujarnya usai pengajian dan halalbihalal bersama KMJTI di Wisma Perdamaian Semarang, Minggu, 26 April 2026.
Menurutnya, KMJTI akan berkoordinasi dengan pusat pembinaan mualaf MUI agar program yang dijalankan lebih terarah. Selain penguatan akidah, komunitas ini juga akan mengembangkan pelatihan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota.
Ia menegaskan, pembentukan komunitas ini bukan untuk menciptakan kelompok eksklusif, melainkan menjadi sarana agar para mualaf lebih mudah berbaur dengan masyarakat. “Mereka ingin membaur, hanya saja terkadang masih ada jarak dengan lingkungan, dengan adanya komunitas ini, keberadaan mereka lebih terlihat sehingga masyarakat bisa lebih menerima,” jelasnya.
Ke depan, KMJTI akan mengembangkan berbagai program yang mencakup aspek keagamaan, pendidikan, hingga ekonomi. Bahkan, kegiatan seperti jambore mualaf direncanakan kembali digelar setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Surakarta.
Data sementara menunjukkan, jumlah mualaf yang telah terdata di beberapa kota di Jawa Tengah mencapai hampir 300 orang. Angka tersebut baru mencakup empat hingga lima daerah, sehingga diperkirakan jumlah sebenarnya lebih besar.
“Yang penting sekarang adalah mereka bersatu. Kalau sudah bersatu, persoalan bisa dihadapi bersama dan mereka akan lebih kuat,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua KMJTI Jawa Tengah, Riko Hendrawan, menyampaikan komunitas ini lahir dari kebutuhan akan pembinaan pasca-syahadat yang selama ini dinilai masih minim. “Banyak yang belum mendapatkan pembinaan, bahkan ada yang belum memahami cara salat dan wudhu,” ungkapnya.
Melalui KMJTI, para mualaf diharapkan mendapatkan pendampingan menyeluruh. Mulai dari pembinaan ibadah, penguatan ukhuwah Islamiyah, hingga pemberdayaan ekonomi, sehingga mampu mandiri dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....