Ikan Sapu-Sapu Ancam Ekosistem, Kebiasaan Buang Ikan Hias ke Sungai Jadi Sorotan

  • 27 Apr 2026 15:52 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Meningkatnya ancaman spesies invasif seperti ikan sapu-sapu di perairan Indonesia menjadi perhatian serius. Salah satu pemicu utamanya adalah kebiasaan masyarakat membuang ikan hias yang sudah tidak diinginkan ke sungai.

Dosen Jurusan Biologi UIN Walisongo, Dr. Rusmadi, menegaskan, perilaku tersebut berpotensi merusak keseimbangan ekosistem perairan. Ia menyebut, banyak masyarakat belum memahami bahwa ikan non-endemik yang dilepas ke alam bisa berkembang secara tidak terkendali dan mengganggu habitat asli.

“Banyak yang belum sadar bahwa membuang ikan ke sungai dapat memicu gangguan ekosistem. Terutama, jika ikan tersebut bersifat invasif,” ujarnya, Senin, 27 April 2026.

Menurutnya, penanganan persoalan ini tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kombinasi antara peningkatan literasi masyarakat dan penguatan regulasi dari pemerintah, termasuk pengawasan terhadap peredaran dan penjualan ikan.

“Pemerintah perlu memastikan asal-usul ikan yang diperjualbelikan. Tidak semua ikan bisa dilepas bebas, terutama yang bukan spesies endemik,” jelasnya.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah kebiasaan membuang ikan hias ke sungai. Ia mengingatkan bahwa tindakan tersebut, meski terlihat sepele, dapat berdampak besar terhadap kelestarian lingkungan.

“Kita perlu saling mengingatkan agar tidak sembarangan membuang makhluk hidup ke sungai. Dampaknya bisa merusak keseimbangan ekosistem,” ujarnya.

Dr. Rusmadi juga menyoroti tantangan pemerintah dalam aspek pengawasan di lapangan. Meski kebijakan telah ada, implementasinya membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk kesadaran masyarakat.

Ia berharap adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian perairan. Dengan tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan ikan hias, ekosistem alami dapat tetap terjaga dan risiko kerusakan lingkungan bisa diminimalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....