Ratusan Penari Ramaikan Hari Tari Dunia Sanggar Kusuma Wiratama 2026
- 24 Apr 2026 16:57 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Ratusan penari dari berbagai daerah memeriahkan peringatan Hari Tari Dunia 2026 yang digelar di Kota Semarang. Kegiatan ini menjadi panggung ekspresi seni sekaligus upaya pelestarian budaya di tengah arus modernisasi.
Acara yang diselenggarakan oleh Sanggar Kusuma Wiratama ini dipusatkan di Hotel Front One HK Simpanglima Semarang, berlangsung selama dua hari, mulai 24 hingga 25 April 2026. Ketua Panitia Hari Tari Dunia, Alfian Reza menyebutkan, antusiasme peserta sangat tinggi dalam gelaran tahun ini.
"Tercatat sekitar 320 penari turut ambil bagian dengan menampilkan 85 pertunjukan selama 24 jam," ujarnya saat membuka kegiatan Jumat, 24 April 2026. Peserta datang dari berbagai daerah seperti Semarang, Demak, Boyolali, hingga luar Jawa dan mancanegara.
Keterlibatan komunitas lintas usia dan latar belakang menambah semarak perayaan tersebut.

Perwakilan Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah, Kuncoro menegaskan, tari bukan sekadar gerak, melainkan bahasa universal yang mampu menyatukan emosi dan jiwa. Menurutnya, momentum ini menjadi krusial untuk menegaskan kembali posisi tari sebagai identitas budaya bangsa.
Melalui kegiatan ini, generasi muda diajak lebih mengenal dan mencintai seni tari nusantara. Upaya ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan budaya di masa mendatang.
"Di tengah derasnya arus modernisasi, peringatan ini menjadi momen krusial untuk tegaskan kembali posisi tari sebagai pilar budaya dan identitas bangsa," ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Wali Kota Semarang, Ratri Nugrahani, menilai seni budaya berperan membentuk karakter generasi muda. Nilai dalam tari seperti wiraga, wirasa, dan wirama dinilai mampu membangun kecerdasan lahir dan batin.
Ia menekankan pentingnya mengenalkan budaya sejak usia dini agar menjadi kebiasaan positif. Peran sanggar tari dinilai strategis dalam menanamkan nilai sopan santun dan karakter.
Ratri juga mendorong promosi seni tari Jawa Tengah ke tingkat global. Hal ini diharapkan mampu menjangkau audiens lebih luas sekaligus melestarikan warisan budaya bangsa.
"Salah satu hal yang ingin kita turunkan kepada anak-anak kita adalah mempromosikan seni tari khususnya seni tari budaya yang ada di Indonesia ini khususnya karena tinggal tinggal di Jawa, maka adalah mempromosikan seni tari Jawa Tengah menjadi ikon atau menjadi kesayangan di seluruh dunia," tandasnya.
Melalui peringatan ini, seluruh pihak diajak untuk terus nguri-uri budaya. Semangat berkarya dan berbudaya diharapkan menjadi bekal bagi generasi penerus di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....