Halo RRI, Warga Keluhkan Vandalisme Ganggu Wajah Kota Semarang

  • 24 Apr 2026 10:36 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang- Aksi vandalisme di sejumlah titik di Kota Semarang kembali menuai keluhan dari masyarakat. Coretan-coretan liar yang merusak fasilitas umum hingga dinding bangunan kian marak dan dinilai mengganggu estetika kota.

Sejumlah lokasi seperti tembok jalan protokol, jembatan penyeberangan, halte hingga fasilitas publik menjadi sasaran aksi tidak bertanggung jawab tersebut. Warga pun meminta adanya langkah tegas dari pemerintah untuk menertibkan praktik vandalisme.

Salah satu warga Semarang, Irham, mengaku terganggu dengan maraknya aksi tersebut. Menurutnya, vandalisme tidak hanya merusak keindahan kota, tetapi juga kerap memuat narasi provokatif antar kelompok, termasuk antar suporter dan pelajar.

“Iya, banyak juga tulisannya provokasi. Harus ada tindakan dari pemerintah, baik menghapus coretan maupun melakukan patroli untuk pencegahan,” ujarnya kepada Halo RRI, Jumat, 24 April 2026. Irham juga menekankan pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam mengawasi generasi muda agar tidak terlibat dalam aksi vandalisme.

Keluhan serupa disampaikan Imam, seorang pengemudi ojek online. Ia menilai vandalisme di ruang publik sangat mengganggu pemandangan, terutama di area yang banyak dilalui masyarakat.

Namun demikian, Imam menilai pemerintah juga perlu menyediakan ruang bagi kreativitas anak muda. Menurutnya, penyaluran kreativitas yang tepat dapat mencegah vandalisme.

“Kalau ada ruang khusus seperti mural, justru bisa jadi bagus dan memberi kesan positif bagi suatu wilayah,” katanya.

Ia berharap pemerintah dapat memperbanyak pembinaan kreativitas generasi muda, sehingga karya seni dapat tersalurkan secara positif dan tidak merusak fasilitas umum.

Dengan meningkatnya keluhan masyarakat, diharapkan upaya penanganan vandalisme di Kota Semarang dapat dilakukan secara menyeluruh, baik melalui penegakan aturan maupun pendekatan edukatif dan kreatif. Keluhan ini akah disampaikan oleh Halo RRI kepada pihak terkait untuk dapat ditindaklanjuti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....