Program BKKBN Jadi Gerakan Sosial, Libatkan Masyarakat Cegah Stunting
- 23 Apr 2026 10:39 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID., Semarang- Transformasi program Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional(BKKBN) terus diperkuat di Jawa Tengah. Tidak lagi sekadar berbasis angka, program kini diarahkan menjadi gerakan sosial yang melibatkan partisipasi masyarakat, khususnya dalam pencegahan stunting.
Perubahan ini seiring dengan peningkatan status kelembagaan BKKBN menjadi kementerian. Sejumlah isu yang sebelumnya hanya berupa indikator kini diangkat menjadi program nyata di lapangan.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Rusman Effendi, mengatakan pendekatan baru ini menekankan kolaborasi lintas sektor. Tidak hanya pemerintah, masyarakat dan swasta juga dilibatkan secara aktif.
“Yang tadinya isu-isu dalam bentuk angka, sekarang diangkat menjadi program nyata. Ini menjadi gerakan bersama, tidak hanya pemerintah tetapi juga masyarakat,” ujarnya.
Salah satu program adalah gerakan orang tua asuh dalam upaya pencegahan stunting. Program ini mengandalkan semangat gotong royong dengan dukungan pembiayaan dari non-pemerintah, baik swasta maupun perorangan.
Selain itu, program Taman Asuh Sayang Anak atau Tamasya juga dihadirkan untuk menjawab kebutuhan pengasuhan anak. Terutama, di tengah meningkatnya partisipasi kerja perempuan.
Tak hanya itu, gerakan Ayah Teladan Indonesia turut digencarkan untuk meningkatkan peran ayah dalam keluarga. Program ini diharapkan mampu memperkuat komunikasi keluarga dan mencegah berbagai persoalan remaja.
“Melalui gerakan ini, diharapkan keluarga menjadi lebih kuat. Peran orang tua, termasuk ayah, sangat penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak,” katanya.
Dengan pendekatan berbasis gerakan sosial dan gotong royong ini, pembangunan keluarga diharapkan tidak lagi menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Akan tetapi, juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....