Penemuan Kerangka Manusia di Rumah Kontrakan, Polres Salatiga Lakukan Olah TKP

  • 22 Apr 2026 12:18 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Salatiga – Warga Perumahan Idaman, Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga digegerkan dengan penemuan jasad yang telah menjadi kerangka di sebuah rumah kontrakan, Selasa, 21 April 2026. Peristiwa ini terungkap setelah kecurigaan warga memuncak lantaran penghuni rumah tersebut sudah tidak terlihat beraktivitas selama hampir tujuh bulan.

Proses penemuan diawali dari inisiatif warga yang sepakat untuk membuka paksa rumah tersebut dengan pendampingan dari pemilik rumah serta pihak kepolisian setempat. Hal ini dilakukan guna memastikan kondisi di dalam rumah yang tampak tak terurus meski masih berpenghuni secara administratif.

Kapolsek Tingkir, Kompol Daryono menjelaskan, setelah pintu berhasil dibuka oleh ahli kunci, warga menemukan pemandangan tragis di salah satu kamar. Korban yang diketahui bernama Giessendra Gratama Mersingga Pakpahan (36), ditemukan sudah dalam kondisi tidak utuh di atas tempat tidur.

“Setelah rumah berhasil dibuka oleh tukang kunci, warga mendapati pintu kamar dalam keadaan terbuka dan menemukan kerangka manusia di atas tempat tidur,” ujar Kompol Daryono, Rabu, 22 April 2026.

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan tim gabungan Polres Salatiga, Polsek Tingkir, serta tenaga medis, tidak ditemukan adanya indikasi kekerasan pada jasad korban. Polisi menduga korban sudah meninggal dunia dalam waktu yang cukup lama sebelum akhirnya ditemukan oleh warga.

“Dari pemeriksaan medis di lapangan, korban diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar tiga bulan sebelum ditemukan. Saat ini jenazah sudah dievakuasi ke RSUD Salatiga untuk penanganan lebih lanjut sesuai permintaan keluarga,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi sorotan mengenai pentingnya kepekaan sosial antar tetangga di lingkungan perumahan. Kompol Daryono menekankan, kepedulian warga terhadap lingkungan sekitar adalah kunci utama untuk mencegah kejadian serupa terlambat terungkap.

“Kejadian ini jadi pengingat buat kita semua, kadang tetangga itu bukan cuma orang yang tinggal di sebelah rumah, tapi juga ‘alarm sosial’ kita. Jangan sampai kita tidak tahu kondisi orang di sekitar kita sendiri sampai berbulan-bulan,” ucapnya. (eka)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....