Insiden Gangguan Kesehatan usai Konsumsi MBG, Polres Demak Lakukan Penyelidikan

  • 22 Apr 2026 05:30 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Demak — Kepolisian menyelidiki insiden gangguan kesehatan yang dialami santri dan warga di Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 19 April 2026.

Pelaksana Harian Kasat Reskrim Polres Demak, Iptu Kuntoro, mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Langkah ini dilakukan sebagai respons cepat atas keluhan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah warga.

“Kami dari Kepolisian langsung turun ke lokasi sebagai bentuk respons cepat atas aduan masyarakat. Sejumlah warga mengeluhkan gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari dapur SPPG di Desa Pilangwetan,” kata Kuntoro saat konferensi pers di ruang gelar perkara Satreskrim Polres Demak, Selasa, 21 April 2026.

Polisi juga melakukan pengamanan lokasi dengan menetapkan status quo guna memudahkan proses penyelidikan. Selain itu, keterangan dari sejumlah pihak, termasuk penerima manfaat, telah dikumpulkan.

Berdasarkan keterangan sementara, proses pengolahan makanan dinilai telah sesuai prosedur. Tidak ditemukan indikasi mencurigakan dari segi aroma maupun kondisi makanan saat dikonsumsi.

Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab gangguan kesehatan tersebut. “Pihak kepolisian masih menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Demak, Ali Muzani, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas insiden tersebut. “Kami akan berupaya maksimal menangani ini secara transparan dan tuntas,” katanya.

Operasional dapur SPPG Yayasan Khidmatul Ummah Madani telah dihentikan sementara sejak Senin (20/4/2026). Penghentian dilakukan hingga evaluasi menyeluruh selesai dan dinyatakan aman.

Ali menambahkan, Badan Gizi Nasional juga bertanggung jawab atas biaya pengobatan korban. Proses distribusi makanan sebelumnya disebut telah mengikuti standar operasional yang berlaku.

Ia mengimbau seluruh penyelenggara program MBG untuk meningkatkan pengawasan dalam setiap tahapan pengolahan makanan. “Sehingga kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....