SPPG Kedungpucang Purworejo Resmi Dilaunching

  • 18 Apr 2026 13:08 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Purworejo - Yayasan Bakti Nusantara launching dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kedungpucang, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, pada Jumat, 17 April 2026. Launching ditandai dengan pengguntingan pita, pemotongan tumpeng dan penandatanganan MoU antara SPPG dengan KDKMP Kudungpucang, pelaku UMKM, peternak dan Gapoktan.

Ketua Yayasan Bagelen Bakti Nusantara sekaligus Koordinator Project Management Office (PMO) KDKMP Provinsi Jawa Tengah, Khasanudin mengaku memberi contoh terkait kerja sama antara SPPG dengan KDKMP. Hal itu supaya bersinergi dan bersatu untuk melakukan pekerjaan bersama-sama biar saling support.

"Kami mencoba memberikan contoh agar bisa ditiru di tempat-tempat yang lain dan bisa bersinergi. Ini karena kami mempunyai tanggung jawab moral bersama untuk menyukseskan PSN, dan bisa menjadi salah satu gerbang Indonesia menuju Indonesia maju Indonesia Emas tahun 2045,' katanya.

Khasan mengungkapkan, dapur SPPG Kedungpucang akan mulai beroperasi pada Senin, 20 April 2026, dengan uji coba awal sebanyak 1000 penerima manfaat dengan sasaran TK, RA, SD hingga SMP di daerah Benowo, Cacaban, Kalitapas dan Pekacangan. "Untuk relawan yang bekerja ada 47 orang, 30 orang karyawan dan sebagian masih magang," ungkapnya.

Khasan menambahkan, Yayasan Bagelen Bakti Nusantara menaungi 5 SPPG di Kabupaten Purworejo yang tersebar di Kecamatan Bener, Gebang dan Butuh. "Kami menerapkan SOP yang ketat kepada para relawan dan selalu berkoordinasi dengan pihak Kodim dan pihak terkait supaya pelaksanaan berjalan lancar dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," jelasnya.

Sementara itu, Batiter Kodim 0708 Purworejo, Pelda Ahmad Widodo, menyampaikan, telah berperan dalam pengawasan pelaksanaan program. Terutama untuk memastikan distribusi berjalan baik dan berdampak pada penurunan angka stunting.

“Kami berharap SPPG yang sudah launching segera mendistribusikan, terutama untuk membantu penanganan stunting. Hingga saat ini terdapat 62 SPPG yang telah beroperasi dari total 115 yang direncanakan di Kabupaten Purworejo," katanya.

Widodo menegaskan, distribusi penerima manfaat ke depan akan dilakukan secara merata agar dampaknya lebih luas di masyarakat. "Kedepannya akan ada pemerataan penerima manfaat, jadi bagi yayasan yang baru berdiri jangan khawatir karena nantinya dari pemerintah akan ada pemerataan. Kebermanfaatan itu nantinya akan lebih luas," tegasnya.

Selanjutnya, Asisten I Sekda Kabupaten Purworejo, Ahmad Jainudin mengatakan, pentingnya menjaga kualitas gizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Standar kualitas harus dipenuhi agar makanan layak dikonsumsi.

"Kualitas gizi harus dijaga, karena kalau tidak sesuai standar, makanan tidak bisa dikonsumsi bahkan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Untuk tenaga SPPG harus memprioritaskan masyarakat sekitar, khususnya kelompok ekonomi menengah kebawah, serta menyerap produk lokal sebagai upaya pengentasan kemiskinan," pesannya.(Ags)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....