Kurangi Ketergantungan Dana Pusat, BUMD Kendal Diminta Tingkatkan PAD
- 16 Apr 2026 19:32 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kendal – Pemerintah Kabupaten Kendal mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah ini dilakukan guna mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari saat acara Halal Bihalal BUMD Kendal di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Kamis, 16 April 2026. Ia menegaskan, BUMD memiliki peran strategis dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah.
Menurut Bupati, di tengah pengurangan Transfer ke Daerah (TKD), BUMD diharapkan menjadi salah satu sumber utama peningkatan PAD. “BUMD menjadi andalan untuk menambah PAD Kendal, sehingga harus terus meningkatkan kinerja dan inovasi,” ujarnya.
Selain itu, Bupati juga mendorong BUMD untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak. “BUMD Kendal agar terus meningkatkan kemitraan dengan berbagai pihak, sehingga bisa mengurangi ketergantungan modal dari Pemkab Kendal,” katanya.
Saat ini terdapat tujuh BUMD di Kendal, di antaranya PD Aneka Usaha, PDAM Tirto Panguripan, BPR Kendali Arta, dan PD Farmasi. Selain itu, Pemkab Kendal juga memiliki penyertaan modal di Bank Jateng, BPR BKK Kendal, dan BPR BKK Jateng.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kendal Agus Dwi Lestari menyampaikan, pada 2025, BUMD Kendal menyumbang PAD sebesar Rp7,1 miliar. Kontribusi terbesar berasal dari PDAM Tirto Panguripan yang mencapai Rp4,5 miliar.
Ia menambahkan, BUMD lainnya juga memberikan kontribusi meski nilainya lebih kecil. Namun demikian, seluruh BUMD tercatat dalam kondisi surplus atau memperoleh keuntungan.
“BUMD Kendal lainnya ada yang sekitar Rp1,5 miliar. Alhamdulillah semuanya surplus walaupun keuntungannya masih terbatas,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....