Ormas GJL Siap Jadi Agen Kebaikan, Dukung Program Prabowo Mulai MBG Hingga KMP
- 16 Apr 2026 00:50 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Ketua Umum Gerakan Jalan Lurus (GJL) Riyanta akan memosisikan diri sebagai agen kebaikan dalam mengawal program Presiden RI Prabowo Subianto. Ia mengajak masyarakat mendukung program presiden, mulai Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih (KMP) yang kini sudah berjalan.
"Saat pak Prabowo jadi calon presiden, MBG ini jadi visi misi. Sekarang sudah jadi presiden, pak Prabowo tentunya berkomitmen untuk merealisasikan janji-janji politiknya, sehingga masyarakat termasuk GJL harus mendukungnya," kata Riyanta, mantan anggota DPR RI kepada wartawan di Semarang, Rabu, 15 April 2026.
Mengenai program MBG yang terjadi carut marut, ia menegaskan, hal itu terjadi diluar konteks presiden. GJL mengajak masyarakat untuk menjadi intelijen terhadap segala persoalan MBG.
Menurut dia, jika ada penyimpangan, maka laporkan ke GJL yang nantinya akan mengadukan ke aparat penegak hukum (APH). Lalu bagaimana kalau ada oknum APH yang terlibat, adukan juga ke GJL yang nantinya akan diteruskan ke Presiden.
"Persoalan carut marut MBG inilah yang akan dibersihkan pak Prabowo kini berkomitmen bersih-bersih segala bentuk penyimpangan terhadap program-programnya," ungkapnya. Termasuk juga program Koperasi Merah Putih, yang diduga ada potongan oknum tak bertanggung jawab sebesar Rp100 juta.
Hal tersebut pula yang hendak dibersihkan presiden. Riyanta politikus PDIP sendiri mengaku beda partai dengan presiden dari Partai Gerindra.
"Namun, ini tidak ada urusannya dengan partai, karena kami semata-mata ingin bangsa Indonesia diselamatkan. Kami dari GJL mengajak masyarakat memosisikan diri sebagai agen kebaikan, serta menjadi agen intelijen bagi presiden," ujarnya.
Pihaknya menegaskan, perlu melaporkan segala bentuk penyimpangan program seperti MBG dan Koperasi Merah Pitih. Sebab, informasi intelijen harus sampai ke tangan presiden, bisa saja dari GJL atau pun masyarakat sendiri yang mengetahui langsung adanya bentuk penyimpangan.
Riyanta juga meminta presiden dan jajarannya, supaya tidak antipati terhadap ormas atau LSM, karena tidak semuanya itu jelek. "Kalau memang ada pelanggaran dari ormas atau LSM, maka polisi bisa langsung saja menangkapnya," tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....