Sensus Ekonomi 2026, Lahirkan Data Tunggal Dukung Pembangunan

  • 14 Apr 2026 18:04 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Sensus Ekonomi 2026, Lahirkan Data Tunggal Dukung Pembangunan
  • Sensus Ekonomi 2026 BPS Kabupaten Pekalongan

RRI.CO.ID, Pekalongan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan siap mendukung penuh Program Nasional Sensus Ekonomi 2026. Hal itu dilakukan dalam mewujudkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dalam mendukung pembangunan nasional.

Komitmen ini ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan Sukirman, usai menerima audiensi jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pekalongan di Ruang Rapat Bupati, Selasa 14 April 2026. "Pemerintah daerah harapannya bisa berperan aktif dalam mensosialisasikan program nasional ini," katanya.

Menurutnya, keberadaan data yang akurat menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan pembangunan, khususnya di sektor ekonomi dan sosial. “Pemerintah membentuk Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN sebagai salah satu upaya untuk mengatasi persoalan ekonomi, sosial, dan sebagainya,” ujarnya.

Ia menambahkan, Sensus Ekonomi 2026 merupakan program prioritas nasional yang harus didukung secara optimal oleh seluruh pemangku kepentingan. Pemkab Pekalongan pun berkomitmen melakukan sosialisasi secara masif melalui berbagai metode, termasuk penerbitan surat edaran serta pendekatan langsung kepada pelaku usaha.

“Pemerintah Kabupaten Pekalongan tentu siap melakukan sosialisasi dengan berbagai metode, termasuk melalui penerbitan surat edaran kepada para pemangku kepentingan. Selain itu, pelaku usaha mulai dari usaha mikro hingga menengah dan besar juga akan turut disosialisasikan,” jelasnya.

Sukirman menekankan pentingnya data yang dihimpun dalam sensus ekonomi sebagai dasar pengambilan kebijakan pemerintah ke depan. Data tersebut mencakup berbagai indikator penting, mulai dari tingkat pengangguran terbuka, angka kemiskinan, hingga pertumbuhan ekonomi daerah.

“Hasilnya, data-data seperti tingkat pertumbuhan ekonomi dan angka kemiskinan akan menjadi supporting system yang sangat luar biasa. Tentunya bagi pengambilan kebijakan ke depannya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Pekalongan, Maibu Barwis Sugiharto menjelaskan, audiensi ini tujuannya untuk menyampaikan kesiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 kepada pemerintah daerah. Sensus ekonomi merupakan amanat undang-undang sekaligus program prioritas nasional yang mendapat perhatian langsung dari Presiden, sehingga pelaksanaannya harus berjalan sukses dan menghasilkan data berkualitas.

“Sensus Ekonomi ini adalah kegiatan prioritas nasional dan program direktif Presiden. Data yang dihasilkan sangat dinantikan oleh pemerintah pusat,” ungkapnya.

Pihaknya mengajak Pemkab Pekalongan untuk terus bersinergi demi menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan data yang akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....