Pemkot Salatiga Tekan Stunting lewat Kolaborasi dan Kaji Tiru Terpadu

  • 14 Apr 2026 14:53 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Salatiga – Pemerintah Kota Salatiga mulai melakukan akselerasi penurunan angka stunting dengan mengadaptasi keberhasilan inovasi dari daerah lain sebagai langkah nyata menciptakan generasi berkualitas. Langkah strategis ini dilakukan melalui kolaborasi terpadu lintas sektor guna memastikan intervensi gizi tepat sasaran hingga ke tingkat keluarga.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari hasil kaji tiru terhadap Kabupaten Lamongan yang dinilai sukses menekan prevalensi stunting secara drastis. Penanganan di Salatiga kini tidak hanya berfokus pada intervensi medis, tetapi juga menyasar penguatan peran orang tua asuh serta pencegahan pernikahan dini di level kelurahan.

Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, mengatakan, daerah lain berhasil menurunkan angka stunting dari 27,5 persen menjadi 9,4 persen. Hal ini harus menjadi momentum bagi Salatiga untuk memperbaiki sistem koordinasi di lapangan.

“Sebenarnya percepatan ini soal gimana kita bangun gotong royong yang nyata, kita adopsi model kolaborasi yang melibatkan semua pihak, mulai dari swasta sampai akademisi. Jadi, semua bergerak dalam satu ekosistem yang sama untuk menangani stunting secara terpadu,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi di Ruang Kerja Wakil Wali Kota, Senin 13 April 2026.

Menurutnya, salah satu kunci keberhasilan terletak pada program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) Mandiri. Program ini mendorong kepedulian bersama untuk memastikan balita dan ibu hamil berisiko mendapatkan asupan gizi yang layak.

“Lewat GENTING, kita ajak masyarakat untuk lebih peduli melalui paket gizi rutin. Sedangkan melalui SOTH, kita edukasi orang tua agar lebih pintar mengelola pola asuh dan pemenuhan gizi anak. Kita ingin orang tua paham mana yang benar-benar dibutuhkan anak untuk tumbuh kembangnya, bukan sekadar mengikuti kebiasaan lama,” jelasnya.

Nina Agustin menekankan, pencegahan dari hulu juga menjadi prioritas melalui program Desa Model Pencegahan Perkawinan Anak (Sadel Cepak). Dengan memperkuat regulasi di tingkat bawah dan mengedukasi remaja, rantai stunting diharapkan dapat terputus sejak dini guna mewujudkan generasi Salatiga yang sehat dan berdaya saing. (eka)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....