Evaluasi 5 Tahun, UNICEF Tunjukkan Capaian Program Perlindungan Anak di Jateng
- 14 Apr 2026 11:42 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – UNICEF bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memaparkan capaian program perlindungan anak selama 5 tahun terakhir melalui kegiatan showcase dan stakeholders meeting, Senin, 13 April 2026. Evaluasi pelaksanaan program sepanjang 2021 hingga 2025 ini menegaskan penguatan sistem perlindungan anak melalui berbagai intervensi lintas sektor.
Kegiatan ini dilaksanakan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah(BPSDMD) Jateng, dan melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, hadir pula mitra pembangunan seperti Yayasan Setara dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Klaten.
Program Manager Yayasan Setara dan LPA Klaten, Hidayatus Sholichah, menyebut, kegiatan ini diikuti perwakilan dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, yang terdiri dari Dinas PPPA, Bappeda, Forum Anak, serta fasilitator masyarakat desa. “Melalui sesi showcase, peserta dapat melihat berbagai praktik baik dari implementasi program perlindungan anak selama lima tahun terakhir,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah capaian program mencakup penguatan lingkungan aman dan ramah anak (safe4c), dan respons perlindungan anak di masa pandemi. Selain itu, juga dukungan pesantren ramah anak, hingga pencegahan kekerasan daring.
Program juga berfokus pada pencegahan perkawinan anak, kekerasan berbasis gender, perundungan, serta penguatan partisipasi anak. Upaya pencegahan ekstremisme juga dilakukan melalui penguatan sistem perlindungan anak di tingkat desa hingga provinsi.
Sementara itu, perwakilan Dinas PPPA Jawa Tengah, Ema Rachmawati, menambahkan, program UNICEF juga menyoroti isu kekerasan seksual berbasis daring atau Online Child Sexual Exploitation and Abuse(OCSEA). Hal ini menjadi perhatian dalam beberapa tahun terakhir.
“Selama lima tahun ini kita telah mendorong lingkungan ramah anak di berbagai daerah, sekaligus mengangkat isu kekerasan digital. Hari ini kita menampilkan hasilnya sekaligus melakukan evaluasi untuk langkah ke depan,” jelasnya.
Ia menegaskan, perubahan dinamika global turut memengaruhi arah kebijakan program ke depan. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian agar program perlindungan anak semakin fokus dan memberikan dampak yang lebih luas.
Melalui evaluasi ini, diharapkan kolaborasi lintas sektor semakin kuat. Hal ini akan memastikan setiap anak di Jawa Tengah dapat tumbuh dengan aman, terlindungi, dan mendapatkan hak-haknya secara optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....