Capaian Angka Kelahiran Total di Jateng Mendekati Kondisi Ideal
- 13 Apr 2026 18:10 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID., Semarang-Capaian angka kelahiran total atau Total Fertility Rate (TFR) Jawa Tengah yang menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Capaian ini dinilai telah mendekati kondisi ideal penduduk tumbuh seimbang.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Rusman Effendi, menyebut bahwa capaian TFR Jawa Tengah saat ini sudah berada di bawah angka 2,1. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa secara umum pertumbuhan penduduk di Jawa Tengah sudah terkendali.
“Angka ini tentunya angka yang sudah memenuhi untuk wilayah menjadi penduduk tumbuh seimbang di angka 2,1. Walaupun secara target kita belum 100 persen, tapi kita sudah di posisi yang sudah baik karena sudah pada kondisi di bawah 2,1 yaitu di penduduk tumbuh seimbang,” ujarnya.
Hal itu ia katakan dalam kegiatan Pra Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 digelar di Hotel Santika Semarang, Senin 13 April 2026. Kegiatan ini juga menjadi forum konsolidasi untuk memperkuat pelaksanaan program pengendalian kependudukan di tingkat daerah.
Meski demikian, Ia menegaskan bahwa capaian tersebut belum merata di seluruh wilayah. Ia menyebut masih terdapat kabupaten, kota, hingga kecamatan yang memerlukan perhatian khusus dalam pengendalian angka kelahiran.
“Angka rata-rata ini tidak semuanya baik di seluruh kabupaten kota ataupun di dalam kabupaten kota semua kecamatan juga dalam keadaan sudah dalam keadaan baik. Untuk itu, saya mohon kepada OPD kabupaten kota dan penyuluh KB di lapangan untuk memetakan wilayah yang masih dalam kondisi khusus agar dapat diintervensi sesuai kebutuhan daerah tersebut,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti tantangan lain yang masih dihadapi, salah satunya adalah peningkatan angka kelahiran pada usia remaja pada tahun 2025. Kondisi ini menjadi perhatian serius dalam upaya pengendalian kependudukan di Jawa Tengah.
Di sisi lain, perubahan status BKKBN menjadi kementerian melalui Perpres Nomor 180 dan 181 Tahun 2024 turut membawa konsekuensi peningkatan tanggung jawab dan evaluasi kinerja. Evaluasi program ke depan bahkan akan berdampak langsung pada kepala daerah.
Rusman menegaskan bahwa meskipun kondisi anggaran tidak sepenuhnya ideal, target program tetap harus dicapai. Ia juga mengapresiasi capaian Program Bangga Kencana yang dinilai telah berjalan baik dan menorehkan prestasi di tingkat nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....