Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi Sekolah Digital Salatiga
- 13 Apr 2026 16:17 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Salatiga – Sektor pendidikan di Kota Salatiga kini memasuki babak baru seiring dengan tuntasnya program revitalisasi satuan pendidikan tahun anggaran 2025 yang mencapai seratus persen. Langkah masif ini tidak hanya menyasar pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga menjadi momentum transformasi digital untuk mencetak generasi unggul yang siap bersaing di kancah global.
Kebijakan revitalisasi ini mencakup penataan ulang fasilitas ruang kelas hingga penyediaan perangkat teknologi canggih seperti papan interaktif digital atau Interactive Flat Panel. Hal ini dilakukan guna memastikan proses belajar mengajar berjalan lebih interaktif, sekaligus mendukung efisiensi operasional sekolah melalui pemanfaatan teknologi digital.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed., menilai bahwa infrastruktur yang memadai merupakan kunci utama dalam mendukung motivasi belajar siswa. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara fasilitas sekolah dengan pemenuhan gizi untuk mendukung produktivitas anak di sekolah.
“Kami sangat mendukung program Makan Bergizi Gratis yang kini sudah diterima oleh 93 persen murid di Indonesia, yang terbukti meningkatkan motivasi dan kehadiran siswa. Jadi ini bukan cuma soal bangunan sekolah, tapi gimana caranya memastikan anak-anak kita punya semangat dan kesehatan yang baik untuk belajar setiap harinya,” ujarnya saat meresmikan SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga, Senin 13 April 2026.
Menurutnya, selain aspek infrastruktur, ia juga menyoroti pentingnya pembentukan karakter melalui kebiasaan harian yang tertata. Penguatan karakter harus dimulai dari hal-hal sederhana namun berdampak besar pada kedisiplinan siswa di masa depan.
“Hemat energi dan ramah lingkungan juga harus jadi budaya baru di sekolah. Kita ajak anak-anak lebih mencintai alam, misalnya dengan menanam pohon langka atau memakai transportasi sehat seperti sepeda ke sekolah. Hemat itu bukan berarti kekurangan, tapi lebih ke arah mengelola sumber daya yang ada dengan lebih bijak tanpa mengurangi kualitas hasil belajar,” jelasnya.
Abdul Mu'ti menekankan, optimalisasi teknologi digital akan terus diperluas hingga tahun 2029 mendatang. Dengan digitalisasi, banyak proses pembelajaran yang sebelumnya terbatas kini bisa dilakukan dengan lebih praktis dan menjangkau lebih banyak siswa tanpa kehilangan kualitas materi yang disampaikan. (eka)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....