Revitalisasi Sekolah Perkuat Mutu Pendidikan
- 12 Apr 2026 15:46 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Revitalisasi Sekolah
- Mutu Pendidikan
RRI.CO.ID, Pati - Revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Pati menghadirkan perubahan signifikan pada kualitas sarana belajar yang lebih layak. Program ini tidak hanya memperbaiki bangunan fisik sekolah tetapi juga memperkuat sistem pembelajaran yang lebih modern.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Dr Abdul Mu’ti memastikan seluruh program revitalisasi tahun 2025 telah selesai dilaksanakan. Fasilitas yang dibangun mencakup ruang kelas laboratorium perpustakaan serta sanitasi sebagai prioritas utama nasional.
“Seluruh bantuan revitalisasi tahun 2025 sudah selesai seratus persen dan kini dimanfaatkan meningkatkan kebutuhan pendidikan di Kabupaten Pati. Revitalisasi bervariasi mulai ruang kelas laboratorium perpustakaan hingga toilet karena menjadi prioritas Presiden,” kata Mendikdasmen RI Abdul Mu`ti, diwawancara usai meresmikan revitalisasi satuan pendidik se-Kabupaten Pati PHTC Presiden RI Prabowo Subianto, di SMP Negeri 8 Pati, Minggu, 12 April 2026.
Ia juga menegaskan pemerintah akan menambah anggaran pada tahun 2026 dengan fokus sekolah rusak berat. Anggaran sekitar sebelas koma empat miliar rupiah diprioritaskan bagi daerah bencana serta wilayah tertinggal.
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menilai revitalisasi harus diiringi pengawasan kondisi bangunan sekolah secara menyeluruh. Ia menyoroti kejadian robohnya gedung sekolah sebagai peringatan penting bagi pemerintah daerah.
“Kami akan bentuk tim untuk mengecek seluruh sekolah karena masih banyak bangunan lama yang perlu perhatian serius. Kejadian robohnya gedung akibat hujan deras menjadi peringatan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” lanjutnya.
Kepala SMPN 1 Gembong Istianah mengungkapkan dampak revitalisasi sangat dirasakan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolahnya. Kondisi sekolah kini jauh lebih aman nyaman dan mendukung proses pembelajaran siswa.
“Dulu kondisi sekolah sangat mengenaskan tetapi sekarang pembelajaran menjadi lebih aman nyaman dan kondusif bagi siswa. Perbaikan meliputi lantai dinding atap hingga pembangunan laboratorium komputer toilet dan ruang UKS,” jelasnya.
Program ini juga terintegrasi dengan digitalisasi pendidikan melalui distribusi perangkat teknologi serta pelatihan guru secara nasional. Menteri Abdul Mu’ti menyebut ratusan ribu satuan pendidikan telah menerima perangkat untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi.(APB)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....