Percepat Penurunan Stunting, Pemkot Salatiga Lakukan Kaji Tiru ke Lamongan

  • 11 Apr 2026 15:14 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Salatiga – Pemerintah Kota Salatiga terus memperkuat komitmen dalam percepatan penurunan stunting melalui penguatan strategi lintas daerah. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah dengan melakukan kegiatan kaji tiru ke Kabupaten Lamongan untuk mempelajari praktik terbaik dalam menekan angka stunting secara signifikan.

Kunjungan yang dilakukan pada Kamis, 9 April 2026 ini dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin. Kabupaten Lamongan dipilih sebagai lokasi rujukan karena rekam jejaknya yang impresif. Termasuk raihan Public Government Award sebagai daerah terbaik dalam kategori penanganan stunting di Indonesia.

Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, menilai keberhasilan Lamongan harus menjadi pemantik semangat bagi TPPS Kota Salatiga untuk merumuskan strategi yang lebih efektif dan terukur. Sebenarnya kaji tiru ini soal gimana kita belajar menerapkan langkah yang lebih presisi dan berbasis data.

"Kami ingin menggali inovasi yang sudah terbukti berhasil di sini untuk dibawa ke Salatiga. Tujuannya jelas, kita ingin perkuat sinergi lintas sektor supaya tumbuh kembang anak-anak kita lebih terjamin,” ujarnya saat memimpin rombongan di Lamongan.

Menurutnya, efektivitas penanganan stunting tidak hanya bergantung pada anggaran, tetapi pada ketepatan sasaran intervensi. Di sisi lain, Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, menyambut positif kolaborasi antar daerah ini.

Ia menjelaskan bahwa tren stunting di wilayahnya terus ditekan melalui berbagai inovasi yang melibatkan peran aktif masyarakat dan sektor swasta. “Tren kita menunjukkan progres positif, targetnya prevalensi stunting dari 6,9 persen di tahun 2024 bisa turun sampai 4,06 persen di tahun 2025” jelas Dirham.

Nina Agustin menekankan, kuncinya ada di gerakan yang cepat dan terintegrasi. "Kami punya program seperti Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) untuk pola asuh, hingga inovasi SADEL CEPAK untuk mencegah pernikahan dini,

Ia menjelaskan, hasil dari kunjungan ini akan segera ditindaklanjuti dalam bentuk rekomendasi kebijakan yang lebih segar bagi Kota Salatiga. Dengan mengadopsi program seperti gerakan pemberian tablet tambah darah yang masif serta kolaborasi pendanaan sektor swasta, diharapkan penurunan stunting di Salatiga dapat berjalan lebih akseleratif demi mewujudkan generasi masa depan yang sehat dan berkualitas. (eka)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....