Harga Plastik Meroket, Jateng Perketat Pengawasan Cegah Penimbunan
- 11 Apr 2026 06:36 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Lonjakan harga plastik akibat gangguan pasokan global mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperketat pengawasan di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah praktik penimbunan yang berpotensi memperparah kondisi pasar.
Pemprov Jateng memastikan distribusi bahan baku plastik tetap terkendali di tengah kenaikan harga. Pengawasan intensif akan dilakukan bersama aparat penegak hukum guna menjaga stabilitas pasokan.
“Dalam jangka pendek kami akan turun ke lapangan bersama kepolisian untuk mencegah penimbunan plastik,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, July Emmylia, Jumat 10 April 2026.
Emmy menjelaskan kenaikan harga ini dipicu gangguan rantai pasok global. Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz berdampak pada lonjakan harga naphta sebagai bahan baku plastik.
Ia menyebut harga naphta meningkat signifikan dari sekitar 600 dolar per ton menjadi 900 dolar per ton. Kenaikan tersebut berimbas langsung pada biaya produksi plastik di berbagai sektor industri.
Menurut Emmy, sektor makanan dan minuman menjadi yang paling terdampak karena ketergantungan tinggi pada plastik sebagai kemasan utama. Sementara sektor lain seperti furnitur dan tekstil turut terdampak, meski tidak sebesar industri pangan.
“Tekanan paling berat ada pada IKM dan UKM sektor pangan, karena penggunaan plastik sangat intens sebagai kemasan utama,” ujarnya. Kondisi ini membuat pelaku usaha harus menyesuaikan strategi produksi dan distribusi.
Lebih lanjut, masyarakat diajak kembali untuk beralih dari produk plastik. Penggunaan bioplastik mengunakan pati singkong direkomendasikannya sebagai solusi jangka menengah dan panjang yang ramah lingkungan.
Kendati begitu, Emmy tak menampik jika produksi penggunaan bioplastik lebih mahal. Oleh karenanya pengunaannya akan dilakukan secara bertahap dengan substitusi awal sekitar 20 hingga 30 persen.
Selain itu, transformasi menuju industri hijau turut didorong untuk menekan biaya produksi. Pemanfaatan energi terbarukan seperti panel surya dinilai mampu memberikan efisiensi signifikan bagi pelaku usaha.
“Kita harus mulai bertransformasi ke green industry, karena penghematan energi bisa menutup kenaikan biaya produksi,” ujarnya.
Pemprov Jateng juga mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk lebih bijak dalam penggunaan plastik. Momentum kenaikan harga ini diharapkan menjadi titik awal peralihan menuju bahan yang lebih ramah lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....