Harga Tinggi dan Langka, Petani Pati Desak Pemerataan Distribusi Pupuk Bersubsidi
- 10 Apr 2026 09:05 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Petani Perhutanan Desak Akses Pupuk Bersubsidi
- Petani Kelompok Tani Hutan
RRI.CO.ID, Pati – Ratusan petani yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Perhutanan Sosial Kabupaten Pati menggelar audiensi di Dinas Pertanian setempat, Kamis, 9 April 2026. Mereka menyuarakan kelangkaan serta tingginya harga pupuk bersubsidi yang dinilai memberatkan.
Kondisi tersebut dinilai menghambat produktivitas pertanian di kawasan hutan. Terutama, bagi petani kecil yang sangat bergantung pada pupuk bersubsidi.
Para petani mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret. Mereka berharap distribusi pupuk dapat lebih merata dan tepat sasaran.
| Baca juga: Ribuan Kapal Nelayan Juwana Kembali Melaut |
Perwakilan aliansi, Samad, menyampaikan petani perhutanan sosial belum sepenuhnya masuk dalam perencanaan kebutuhan pupuk resmi. Hal ini dinilai menjadi penyebab keterbatasan akses pupuk.
“Yang awalnya hanya sekitar dua puluh persen, kami berharap bisa disesuaikan dengan kebutuhan, bahkan bisa mencapai tujuh puluh hingga delapan puluh persen,” ujar Samad.
Ia menambahkan, revisi RDKK menjadi langkah penting. Dengan begitu, alokasi pupuk dapat lebih adil bagi petani kehutanan.
Sementara itu, perwakilan Pupuk Indonesia wilayah Pati, Yogi Bahtiar, mendorong petani segera masuk dalam sistem elektronik RDKK. Hal ini dinilai penting agar akses pupuk lebih mudah.
“Kami dari Pupuk Indonesia akan mendukung penuh petani yang sudah masuk sistem, sehingga tidak akan dipersulit dalam mendapatkan pupuk,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian Pati, Ratri Wijayanto, menegaskan pihaknya siap mengakomodasi kebutuhan pupuk bersubsidi. Namun, petani harus memenuhi syarat minimal kepemilikan lahan.
“Ini hanya soal harmonisasi aturan antara kewenangan Kementerian Kehutanan dan pemerintah daerah agar penyaluran pupuk bisa berjalan optimal,” ujarnya.
Ratri menambahkan, pihaknya akan memprioritaskan petani kecil. Petani dengan lahan 0,5 hektar tetap diupayakan mendapat akses pupuk bersubsidi.
Ia berharap langkah ini mampu menjaga produktivitas pertanian. Selain itu, juga mendukung kesejahteraan petani perhutanan sosial di Kabupaten Pati. (APB)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....