Perpusda Jateng Makin Ramai, Kunjungan Tembus 4,3 Juta Orang Sepanjang 2025
- 10 Apr 2026 08:21 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Perpustakaan Daerah Jawa Tengah di Jalan Sriwijaya, Kota Semarang kian menjadi magnet masyarakat. Sepanjang 2025, jumlah kunjungan tercatat mencapai 4.377.263 orang, melampaui target yang ditetapkan.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jawa Tengah, Rahmah Nur Hayati menjelaksan, lonjakan pengunjung ini didorong berbagai inovasi. Di antaranya revitalisasi 2024 yang memperluas gedung menjadi 4.175 meter persegi dilengkapi pembangunan JPO ikonik, ruang audiovisual, serta penataan interior yang lebih menarik.
Ada pula Aksara Kafe D’ Rooftop di lantai tiga dengan konsep angkringan modern. Kafe ini menggabungkan aktivitas membaca dengan suasana santai yang diminati generasi muda.
“Kafe Aksara itu salah satu inovasinya. Jadi mereka di sini bisa ngopi dan berliterasi. Jadi diskusi di tempat umum sembari ngopi, istilahnya, ngopi literasi,” ujar Rahmah saat mendampingi Nawal Arafah Yasin dalam kunjungan ke Perpusda yang dimeriahkan lomba-lomba, Kamis, 9 April 2026.

Rahmah menyampaikan, dari jumlah itu, sebanyak 4.255.124 orang datang langsung ke lokasi, sementara 122.139 lainnya mengakses layanan digital melalui aplikasi iJateng. Adapun, pengunjung berasal dari beragam latar belakang, mulai pelajar, mahasiswa, peneliti, dosen, hingga masyarakat umum.
"Ini bisa dilihat di dalam perpustakaan penuh semuanya, kursi-kursi penuh, baik dari mahasiswa, peneliti, bahkan masyarakat umum juga kita dorong. Ini pun yang berkunjung langsung, untuk yang memanfaatkan iJateng banyak juga,” ungkap Rahmah.
Ia menambahkan, rata-rata kunjungan bulanan berkisar antara 200.000 hingga 400.000 orang dengan kunjungan terjadi pada Juli sebanyak 695.428 orang dan Agustus 568.886 orang, jauh melampaui target tahunan 3.120.000 kunjungan.
Dari sisi koleksi, Perpustakaan Jawa Tengah memiliki 178.413 judul buku cetak dengan total 348.481 eksemplar. Ragam koleksi tersebut mencakup berbagai kategori yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengunjung.
“Kalau koleksinya banyak sekali, ada 178.000-an (judul), kenis yang paling digemari itu tergantung segmen. Kalau peneliti pasti sesuai dengan yang diteliti, kalau anak-anak ada bahan-bahan yang mendongeng, mewarnai, dan sebagainya,” jelasnya.
Selain koleksi fisik, layanan digital juga terus diperkuat dengan 22.215 judul e-book di iJateng serta ribuan koleksi lainnya di titik baca publik. Tak ketinggalan, tersedia pula 982 judul buku braille untuk memenuhi kebutuhan literasi penyandang disabilitas.
Sementara itu, Nawal Arafah Yasin mengajak seluruh elemen untuk memperkuat ekosistem literasi di Jawa Tengah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, serta komunitas literasi.
“Butuh dukungan dan kemitraan semuanya. Hari ini, rangkaian acara ini semoga menjadi salah satu pemicu untuk pengembangan dan peningkatan literasi di Jawa Tengah ini,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....