Enam Mahasiswa KKN UIN Walisongo yang Meninggal Dapat Santunan JKK

  • 08 Apr 2026 21:24 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang — BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Pemuda menyerahkan santunan kepada ahli waris mahasiswa Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang yang meninggal dunia saat menjalankan kuliah kerja nyata(KKN). Penyerahan dilakukan sebagai bentuk perlindungan jaminan sosial bagi mahasiswa dalam kegiatan berisiko.

Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis di Rektorat Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Rabu, 8 April 2026. Dua perwakilan ahli waris menerima santunan secara langsung dalam kegiatan tersebut.

Secara keseluruhan, terdapat enam mahasiswa yang meninggal dunia saat menjalani kegiatan kuliah kerja nyata. Mereka terseret arus Sungai Jolinggo di Desa Getas, Kabupaten Kendal, pada Selasa, 4 November 2025 lalu.

Adapun masing-masing ahli waris menerima santunan Jaminan Kecelakaan Kerja sebesar Rp70 juta. Santunan tersebut menjadi bentuk perlindungan atas risiko yang terjadi selama kegiatan akademik di lapangan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Pemuda, Mohamad Irfan, mengapresiasi langkah Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang yang telah memberikan perlindungan bagi mahasiswanya. Menurutnya, tidak semua perguruan tinggi memiliki kebijakan serupa.

"Karena yang namanya maut, musibah itu kan memang kita tidak pernah tahu. Tapi paling tidak, ketika hal itu terjadi pada diri kita, ada payung pengamannya," ujarnya.

Ia menjelaskan, sejak tahun 2022 Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang telah mendaftarkan mahasiswa dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan. Perlindungan tersebut mencakup berbagai kegiatan seperti kuliah kerja nyata, magang, hingga praktik pengalaman lapangan.

Rektor Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Prof Musahadi, menegaskan komitmen kampus dalam melindungi civitas akademika. "Terutama, untuk program program yang memiliki resiko, kami melakukan mitigasi dan berusaha untuk menjalin kerja sama, salah satunya adalah BPJS Ketenagakerjaan," ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini terdapat sekitar 22.000 mahasiswa yang menempuh pendidikan di kampus tersebut. Perlindungan diberikan tidak hanya saat kuliah kerja nyata, tetapi juga pada kegiatan akademik lain yang memiliki risiko.

"Kami memang melihat ini sebagai suatu kemaslahatan yang baik. Kami ingin agar mahasiswa-mahasiswa kita ini betul-betul terlindungi," tuturnya.

Sementara itu, salah satu ahli waris, Nurhaniah, menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Ia berharap santunan tersebut dapat menjadi penguat bagi keluarga yang ditinggalkan.

"Kami yakin setiap takdir Allah SWT pasti mengandung hikmah terbaik. Meskipun, terasa sangat berat bagi kami," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....