Evaluasi LKPJ Wali Kota Semarang, DPRD Soroti Minimnya Analisis Data Empiris
- 08 Apr 2026 20:16 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang — Pembahasan Panitia Khusus(Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban(LKPJ) Wali Kota Semarang mendapat sorotan dari DPRD. Evaluasi dinilai masih bersifat umum dan belum didukung analisis data empiris yang mendalam.
Anggota DPRD Kota Semarang Fraksi PKS, Dini Inayati, menyayangkan pembahasan awal pansus yang belum menyentuh persoalan secara spesifik. Menurutnya, evaluasi yang dilakukan masih didominasi pendekatan teoritis.
“Evaluasi kerja jangan terlalu umum. Kalau masih banyak teori dan tidak langsung menyentuh fakta riil di lapangan, maka rekomendasinya juga tidak akan spesifik,” ujarnya saat pembahasan pansus, Selasa, 7 April 2026.
Ia menegaskan, evaluasi kinerja pemerintah daerah seharusnya berbasis data empiris. Dengan demikian, rekomendasi yang dihasilkan dapat lebih terukur dan tepat sasaran.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah indikator ekonomi. Dini menilai indikator seperti Produk Domestik Regional Bruto per kapita dan laju pertumbuhan ekonomi perlu dianalisis secara lebih mendalam.
“Misalnya pada indikator ekonomi, kita perlu melihat secara konkret bagaimana perkembangan PDRB per kapita dan laju pertumbuhan ekonomi. Dari situ kita bisa melihat capaian yang sesungguhnya dan apa yang perlu diperbaiki,” jelasnya.
Dini juga mengapresiasi adanya fokus pembangunan yang berbeda setiap tahunnya. Namun, ia mengingatkan agar program lain tetap diperhatikan dan capaian yang sudah baik tetap terjaga.
“Adanya fokus pembangunan setiap tahun itu bagus. Akan tetapi, jangan sampai program lain yang masih perlu ditingkatkan justru terabaikan, atau capaian yang sudah baik tidak lagi terkontrol,” katanya.
Selain itu, ia mempertanyakan konsistensi antara fokus pembangunan dengan alokasi anggaran. Menurutnya, sektor yang menjadi prioritas seharusnya mendapat porsi anggaran yang lebih besar.
“Kalau setiap tahun ada fokus garapan, tentu perlu dilihat juga berapa persentase anggaran yang dialokasikan. Jangan sampai disebut sebagai fokus utama, tetapi anggarannya masih sama seperti tahun sebelumnya,” ucapnya.
Melalui pembahasan pansus ini, Dini berharap evaluasi dapat menghasilkan kebijakan yang lebih baik. Ia juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama meningkatkan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Ayo kita bersama-sama memperbaiki Kota Semarang dan meningkatkan pendapatan daerah. Pembenahan fisik seperti infrastruktur penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....