Pemprov Jateng Pastikan Stok Pangan Aman dan Surplus di tengah Bencana Banjir

  • 07 Apr 2026 15:13 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan ketersediaan pangan di seluruh wilayah tetap dalam kondisi aman meskipun sejumlah daerah sempat terdampak bencana banjir. Kondisi ini didukung angka produksi pangan yang masih mengalami surplus besar sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara mandiri.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan ketahanan pangan daerahnya masih kuat di tengah bencana. “Kondisi pangan kita surplus, jadi swasembada pangan kita kuat,” ujarnya usai menghadiri acara di Surakarta, Selasa 7 April 2026.

Ia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan skema perlindungan bagi petani yang lahannya terdampak banjir. Salah satunya melalui asuransi Jamkrida agar petani tidak menanggung kerugian sendirian.

“Kalau ada sawah yang terkena bencana, kita cover dengan asuransi Jamkrida, sehingga masyarakat petani bisa terangkat,” katanya. Langkah ini diharapkan menjaga keberlanjutan produksi di tengah risiko bencana.

Data Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah menunjukkan neraca pangan masih dalam kondisi aman bahkan surplus. Tercatat surplus pangan mencapai 702.409 ton hingga periode Maret 2026.

Selain komoditas beras, surplus juga terjadi secara signifikan pada sektor protein hewani. Komoditas daging dan telur dilaporkan mengalami kelebihan produksi selama periode Januari hingga Maret 2026, yang turut memperkuat gizi masyarakat

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menyebut sejumlah indikator produksi itu menunjukkan tren positif. Realisasi produksi padi telah mencapai 4,16 juta ton atau sekitar 39,48 persen dari target tahunan.

Sementara itu, produksi jagung mencapai 984.959 ton atau 26,62 persen dari target, sedangkan kedelai masih pada tahap awal. Untuk hortikultura, produksi bawang merah dan cabai juga menunjukkan progres signifikan meski belum mencapai target tahunan.

Di sektor peternakan, produksi telur, daging, dan susu terus meningkat seiring berjalannya program pemerintah. Capaian ini memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Meski demikian, pemerintah menilai distribusi menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas harga. “Yang perlu diperhatikan adalah distribusi agar surplus merata dan harga tetap stabil,” ujarnya.

Di sektor infrastruktur, pemerintah merehabilitasi ratusan jaringan irigasi serta membangun sistem irigasi baru. Langkah ini bertujuan memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian tetap terjaga.

Modernisasi pertanian juga diperkuat melalui distribusi alat dan mesin pertanian, meliputi rice transplanter, traktor, pompa air, hingga combine harvester. Selain itu, perlindungan petani diperluas melalui program asuransi usaha tani dan subsidi pembiayaan.

Menurut Defransisco, strategi yang dijalankan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi. Pemerintah juga menekankan keberlanjutan sistem pertanian melalui pemanfaatan teknologi dan peningkatan indeks pertanaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....