Damkar Sayangkan Kepekaan Petugas SPBU Usai Kebakaran Motor di Halamannya

  • 06 Apr 2026 21:37 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Insiden kebakaran motor Yamaha F1Z R di SPBU 44.502.07 Tegalsari, Jalan Sriwijaya, Kota Semarang sangat disayangkan oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar). Pasalnya, kepekaan pegawai dalam menangani kebakaran sepeda motor masih kurang.

Kepala Damkar Kota Semarang, Sih Rianung, menyatakan keprihatinannya atas insiden kebakaran tersebut. Terlebih, peristiwa ini menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial.

Ia menilai insiden itu seharusnya bisa diminimalkan apabila petugas Pom Bensin milik Pertamina tanggap dalam penanganan awal kebakaran. Pihaknya sudah melakukan inspeksi, laporan dari teman-teman kecepatan penanganannya kurang.

"Kami perlu mengawal untuk peningkatan sumber daya manusia, ketika situasi darurat segera melakukan pencegahan maupun pemadaman api," katanya Senin 6 April 2026. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci dalam menghadapi situasi darurat, baik dalam upaya pencegahan maupun pemadaman kebakaran.

a juga menekankan kepekaan petugas Pom Bensin terhadap potensi bahaya. Keberadaan alat pemadam api ringan (APAR) harus diimbangi dengan kemampuan penggunaan yang benar.

“Petugas harus tahu cara membuka, mengarahkan hingga menyemprot APAR dengan tepat. Jangan sampai api dibiarkan karena kurang peka, api kecil kalau didiamkan akan membesar dan makin sulit dipadamkan,” katanya.

Adapun dalam situasi darurat seperti kejadian motor terbakar di SPBU Sriwijaya petugas seharusnya memahami pentingnya proteksi terhadap bahaya. Ini mengingat area SPBU termasuk lokasi sensitif.

Rianung menyayangkan narasi bahwa APAR tidak segera digunakan untuk memadamkan kobaran api karena dinilai mahal. Logika tersebut justru berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih besar.

"Yang mahal itu justru kerugian. Isi ulang APAR itu adanya yang paling murah cuman Rp60.000 per kilo," tandasnya.

Sekretaris Damkar Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan, menekankan pentingnya kesadaran petugas SPBU maupun masyarakat umum untuk segera menggunakan APAR begitu api terlihat. Tanpa menunggu persetujuan pimpinan, alat tersebut disediakan untuk memadamkan api.

"Kalau sudah ada api, tidak hanya di SPBU, di semua tempat APAR itu harus terlihat. Lalu kecepatan orang menggunakan APAR harus lebih ditingkatkan lagi, fokus kami dari Damkar adalah bagaimana masyarakat ini lebih aware ketika terjadi kebakaran," katanya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Tengah dan DIY Taufik Kurniawan telah mengambil langkah cepat menyikapi insiden tersebut. SPBU Sriwijaya ditutup sementara selama dua hari untuk pembekalan dan pembinaan terhadap operator.

Menurutnya, pembinaan itu terkait aspek keselamatan (HSSE) dan peningkatan respons cepat dalam penanganan kebakaran pada fase krusial (golden time). “Penutupan ini juga untuk perbaikan sarana dan prasarana, baik dari sisi keselamatan maupun fasilitas lain yang perlu dibenahi,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....