Harga Plastik Melonjak, Pedagang Kecil di Purworejo Terpaksa Pangkas Keuntungan
- 06 Apr 2026 12:18 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Purworejo - Dampak kenaikan harga plastik mulai dirasakan oleh sejumlah pedagang kecil dan UMKM di Kabupaten Purworejo, pada Senin 6 April 2026. Kenaikan ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku usaha mikro yang bergantung pada kemasan plastik untuk menyalurkan produk dagangan mereka sehari-hari.
Kondisi ini memaksa sebagian pedagang kecil untuk memangkas margin keuntungan mereka. Langkah tersebut diambil karena mereka mengaku tidak mungkin menaikkan harga jual dagangan kepada konsumen, demi menjaga daya beli masyarakat yang belum stabil.
Salah satu pedagang siomay yang biasa mangkal di depan SMP Muhammadiyah Purworejo, Sudiyono, mengungkapkan kenaikan harga plastik tersebut sudah ia rasakan sejak momen lebaran lalu. Ia mengaku kenaikan ini sangat membebani biaya modal harian yang harus dikeluarkan.
"Terasa bangat atas kenaikan plastik ini. Biasanya saya beli dengan harga Rp4000 sekarang naik jadi Rp6000," ucapnya
Bagi Sudiyono, menjaga kepercayaan pelanggan tetap adalah prioritas, sehingga ia memilih tidak menaikkan harga satu porsi siomay miliknya. Ia pun berharap kepada pemerintah pusat maupun daerah supaya bisa segera menstabilkan lagi harga plastik di pasaran.
"Semoga pemerintah punya solusi supaya harga plastik kembali normal dan keuntungan bagi pedagang kecil tetap," ungkapnya.
Sementara itu, dari sisi penyedia, salah satu pedagang plastik di Purworejo, Woro Lestari, mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini berdampak luas karena jumlah pembeli plastik menurun dan pasar cenderung sepi. Menurutnya, kenaikan ini juga memicu kekhawatiran akan naiknya harga barang-barang kebutuhan lainnya.
"Banyak para pelanggan komplain karena kenaikan plastik ini. Akibat kenaikan plastik ini juga bisa berdampak kenaikan bahan pokok," kata Lestari.
Lestari membeberkan bahwa kenaikan harga di tingkat grosir sangat variatif, mulai dari 20 persen hingga mencapai 100 persen tergantung jenis plastiknya. Kondisi ini mulai terjadi sejak berakhirnya masa libur lebaran tahun ini.
"Kenaikan sendiri sejak habis lebaran dan barang-barang juga mulai naik. Contoh plastik bambu kecil yang awalnya saya jual Rp4.200 kini saya jual Rp7.500," ungkapnya.
Ia berharap pemerintah segera turun tangan mengkondisikan stabilitas harga, terutama untuk bahan pokok. Lestari merasa kasihan dengan kondisi pedagang kecil dan pelaku UMKM yang saat ini tengah berjuang keras demi mencukupi kebutuhan hidup.
"Semoga harga-harga kembali normal, kasihan para pedagang dan UMKM yang sedang berjuang mencari nafkah dengan perekonomian yang tidak baik-baik saja. Semoga pemerintah bisa menstabilkan lagi harga-harga ini," pungkasnya. (Ags)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....