Umat Kristiani Padati Lapangan Pancasila, Rayakan Paskah Bersama di Salatiga
- 05 Apr 2026 18:55 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Salatiga – Ribuan umat Kristiani memadati Alun-Alun Lapangan Pancasila, Minggu 5 April 2026, dalam perayaan Paskah Bersama yang diselenggarakan Badan Kerjasama Gereja-Gereja Salatiga (BKGS). Suasana khidmat yang berpadu dengan sukacita ini mempertegas makna kebangkitan Kristus sebagai sumber harapan dan semangat baru bagi masyarakat.
Mengusung tema “Kebangkitan Kristus Menggerakkan Umat untuk Bangkit dan Berdampak” (Matius 5:14-16), perayaan ini menjadi ajakan bagi umat untuk menjadi terang bagi sesama. Kehadiran lintas elemen, mulai dari Forkopimda, Kemenag, hingga tokoh lintas agama, mencerminkan kuatnya nilai toleransi yang terus terjaga di Kota Salatiga.
Ketua Panitia Paskah, Antonius Tarjono menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremoni keagamaan tahunan, melainkan ruang untuk mempererat persaudaraan antarjemaat. Harapannya, momentum ini dapat memberikan dampak positif bagi kebersamaan seluruh warga kota.
“Momentum ini kami harapkan menjadi berkat bagi Kota Salatiga, sekaligus memperkuat kebersamaan antarumat. Kita ingin semangat ini benar-benar terasa nyata di tengah masyarakat,” ujarnya di sela perayaan tersebut.
Senada dengan hal itu, Staf Ahli Wali Kota Salatiga, Ardiantara, yang hadir mewakili pemerintah kota, mengajak masyarakat menjadikan nilai-nilai Paskah sebagai inspirasi dalam kehidupan sosial. Semangat kebangkitan harus menjadi kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
“Semangat kebangkitan Kristus kiranya menjadi kekuatan bagi kita semua untuk bangkit dari berbagai tantangan, mempererat persaudaraan, dan terus berkontribusi bagi kemajuan Kota Salatiga,” tutur Ardiantara saat membacakan sambutan Wali Kota.
Selain aspek spiritual dan sosial, perayaan kali ini juga menyentuh isu krusial mengenai pelestarian lingkungan. Tokoh agama, Romo Ignatius Fajar, memberikan sorotan khusus pada tanggung jawab umat terhadap ekologi, terutama dalam mendukung program pemerintah.
“Paskah itu juga soal bagaimana kita menjaga lingkungan. Saya mengajak seluruh umat untuk mulai mengelola sampah secara mandiri dari rumah masing-masing. Ini wujud dukungan nyata kita pada program Zero Waste yang dicanangkan pemerintah,” jelas Romo Ignatius Fajar.
Perayaan yang dimeriahkan dengan penampilan tarian dan alunan musik ini menjadi simbol hidupnya kasih dan persatuan di Salatiga. Dengan semangat kebangkitan, umat diharapkan tidak hanya merayakan secara seremonial, tetapi juga membawa dampak nyata melalui aksi kepedulian lingkungan dan sosial dalam kehidupan sehari-hari. (eka)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....