Gandeng Ulama, Polres Demak Perkuat Kamtibmas Lewat Pendekatan Humanis

  • 03 Apr 2026 13:22 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Demak – Polres Demak menggandeng ulama untuk memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui pendekatan humanis. Upaya ini dilakukan dengan membangun komunikasi dan sinergi bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.

Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra bersama jajaran pejabat utama bersilaturahmi dengan Ketua PCNU Kabupaten Demak, Muhammad Aminudin, di kediamannya di Desa Mutih, Kecamatan Wedung. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam menjaga kesejukan sosial di tengah masyarakat. Ia menilai komunikasi yang baik antara Kepolisian dan para tokoh menjadi kunci dalam mencegah potensi gangguan keamanan.

“Silaturahmi ini kami lakukan untuk menjaga kedekatan dengan para tokoh agama dan masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, berbagai potensi gangguan Kamtibmas dapat diantisipasi sejak dini,” ujar AKBP Samel, Kamis, 2 April 2026.

Ia menambahkan, Polres Demak terus mengedepankan langkah preventif dan preemtif dalam menjaga keamanan wilayah. Kegiatan tersebut dilakukan melalui patroli rutin, sambang warga, serta penguatan peran Bhabinkamtibmas di tingkat desa.

Selain itu, masyarakat juga diajak untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing. Partisipasi warga dinilai penting untuk menciptakan rasa aman yang berkelanjutan.

Sementara itu, Muhammad Aminudin menilai ulama dan Kepolisian memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjaga Kamtibmas. Menurutnya, kedua pihak memiliki tujuan yang sama meski berada pada bidang yang berbeda.

“Ulama dan polisi pada dasarnya memiliki tugas yang sama, yaitu menjaga Kamtibmas. Ulama menjaga melalui penguatan keimanan, membimbing umat agar berakhlak baik, serta menjauhi perbuatan yang merusak ketertiban,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keimanan yang kuat akan mendorong masyarakat untuk menjaga perilaku serta menghormati aturan yang berlaku dalam kehidupan sosial. Hal tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan ketertiban.

“Sedangkan polisi menjaga dari sisi keamanan dan ketertiban melalui kehadiran di tengah masyarakat serta penegakan hukum. Peran ini penting agar masyarakat merasa aman dalam menjalankan aktivitasnya,” ucapnya.

Ia menegaskan, sinergi antara kekuatan moral dan keamanan menjadi kunci terciptanya kehidupan yang harmonis. “Jika keimanan terjaga dan keamanan juga terwujud, maka masyarakat akan hidup lebih tenteram, rukun, dan sejahtera,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....