Unik, Prosesi Jalan Salib Siswa SD di Magelang Usung Gunungan Hasil Bumi

  • 01 Apr 2026 12:56 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • wafatnya Yesus Kristus
  • hari Raya Paskah
  • Jalan Salib Pemerdekaan
  • SD Kanisius Kenalan, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang
  • Menamankan Kesadaran Ekologis
  • Perjalanan Iman

RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang – Prosesi Jalan Salib yang dilakukan siswa SD Kanisius Kenalan, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang berlangsung unik dengan mengusung gunungan hasil bumi. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Paskah yang memadukan nilai spiritual dan kepedulian lingkungan.

Para siswa menempuh perjalanan sejauh 4 kilometer menyusuri perbukitan Menoreh, Rabu, 1 April 2026. Sepanjang prosesi, mereka berdoa di setiap perhentian sekaligus membawa hasil pertanian sebagai simbol kehidupan.

Kepala SD Kanisius Kenalan, Yosef Unisimus Maryono, mengatakan kegiatan ini mengusung tema “Jalan Salib Pemerdekaan”. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek religius, tetapi juga menanamkan kesadaran ekologis sejak dini.

“Prosesi Jalan Salib unik bertajuk ‘’Jalan Salib Pemerdekaan”, dalam rangka menyambut Hari Raya Paskah . Kegiatan ini tidak hanya menekankan nilai spiritual, tetapi juga membawa misi lingkungan dengan menyusuri perbukitan Menoreh,” kata Yosef.

Dalam prosesi tersebut, para siswa membawa pala kependhem seperti umbi-umbian dan pala gumantung berupa buah-buahan. Hasil bumi tersebut disusun dalam bentuk gunungan yang dipikul bersama sebagai simbol kepedulian terhadap ketahanan pangan.

Yosef menjelaskan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran kehidupan bagi siswa. Selain memperdalam iman, siswa diajak memahami pentingnya menjaga lingkungan dan sumber pangan.

“Gunungan hasil bumi yang dipikul bersama salib sebagai simbol keprihatinan atas isu pangan sekaligus mengenang penderitaan Yesus Kristus. Kami ingin, anak-anak sadar bahwa saat ini bumi sedang memikul beban salibnya, atas ulah manusia,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat membentuk karakter siswa yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga peduli terhadap lingkungan. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus terbawa dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu siswa, Billy Agung Dwi Saputro, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia merasa mendapatkan pengalaman berharga sekaligus memahami pentingnya menjaga alam.

“Saya merasa senang, karena saya tahu bahwa alam itu penting bagi kehidupan. Untuk masa depan besok," ujar Billy.

Billy juga mengungkapkan, prosesi tersebut cukup menantang. Rute yang dilalui bervariasi, mulai dari jalan aspal, perkampungan hingga jalur berbatu dan licin.

Meski demikian, para siswa tetap antusias mengikuti kegiatan hingga selesai. Kebersamaan saat memikul salib dan gunungan hasil bumi menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....