Kualitas Air hingga SDM Jadi Tantangan Budidaya Rumput Laut di Kendal

  • 31 Mar 2026 22:06 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID., Semarang-Pengembangan budidaya rumput laut di Kabupaten Kendal masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari faktor lingkungan hingga aspek sumber daya manusia. Meski memiliki potensi besar, sejumlah kendala dinilai perlu segera diatasi agar komoditas ini dapat berkembang optimal.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kendal, Hudi Sambodo, menyebut kualitas lingkungan menjadi salah satu perhatian utama dalam pengembangan rumput laut. Terutama, potensi penurunan kualitas air akibat aktivitas industri di wilayah pesisir.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat berdampak pada produktivitas budidaya jika tidak diantisipasi sejak dini. Selain itu, faktor cuaca seperti curah hujan tinggi juga memengaruhi hasil panen rumput laut.

“Tantangan utama ada pada kualitas air yang berpotensi menurun akibat kawasan industri, serta faktor cuaca yang dapat memengaruhi hasil panen. Rumput laut ini akan optimal jika curah hujan relatif rendah,” ujarnya saat dialog bersama RRI, Selasa, 31 Maret 2026.

Selain faktor lingkungan, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan pembudidaya juga menjadi pekerjaan rumah. Hal ini berdampak pada belum optimalnya hasil produksi serta pengelolaan budidaya di lapangan.

Di sisi lain, aspek hilirisasi juga masih belum berkembang maksimal, di mana sebagian besar hasil rumput laut masih dijual dalam bentuk mentah kepada pengepul. Kondisi ini membuat nilai tambah ekonomi bagi pembudidaya belum sepenuhnya optimal.

“Ke depan kami mendorong penguatan kelembagaan kelompok, pelatihan budidaya, serta pembentukan jaringan pemasaran yang kuat agar harga lebih stabil dan nilai ekonomi rumput laut bisa meningkat,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....