Menaker RI Tinjau Program Magang, Tekankan Peningkatan Kompetensi Peserta
- 31 Mar 2026 15:12 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang —Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan pentingnya kualitas pelaksanaan program magang nasional sebagai upaya meningkatkan kompetensi generasi muda. Hal tersebut disampaikannya usai bertemu langsung dengan peserta magang di salah satu usaha kreatif di Kota Semarang, Selasa 31 Maret 2026.
Dalam kunjungannya, Yassierli menyebut lokasi tersebut dipilih karena menghadirkan konsep usaha kreatif yang dinilai unik dan berbeda dibandingkan sektor lain yang sebelumnya telah ditinjau, seperti manufaktur, jasa, perbankan, hingga media.
“Kita ingin memastikan bahwa pelaksanaan magang ini benar-benar sesuai tujuan, yaitu memberikan pengalaman, exposure, dan peningkatan kompetensi bagi peserta selama enam bulan,” ujarnya.
Yassierli juga mengaku telah melakukan wawancara langsung dengan sejumlah peserta. Dari hasil dialog tersebut, ia melihat adanya perspektif baru yang berkembang, khususnya dalam sektor industri kreatif.
“Ini sesuatu yang positif dan perlu didukung. Industri kreatif seperti ini punya potensi besar membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Program magang nasional Kementerian Ketenagakerjaan sendiri, menurut Yassierli, bukan semata-mata ditujukan agar peserta langsung direkrut oleh perusahaan tempat magang. Namun, lebih pada mempersiapkan mereka agar siap memasuki dunia kerja.
Ia juga mengakui tidak sedikit perusahaan yang merekrut peserta magang karena dinilai sudah memiliki kemampuan yang mumpuni setelah menjalani program selama enam bulan.
“Setelah magang, mereka sudah punya pengalaman dan sertifikat. Tentu ini menjadi nilai tambah dibandingkan fresh graduate yang belum memiliki pengalaman kerja,” jelasnya.
Menurutnya, sepanjang tahun 2025 program ini telah diikuti sekitar 100 ribu peserta dalam beberapa gelombang. Untuk batch pertama tahun 2026, dijadwalkan akan selesai pada pertengahan April.
Ia menilai antusiasme terhadap program ini sangat tinggi, baik dari kalangan industri, perguruan tinggi, maupun para peserta. Menutup keterangannya, Yassierli menegaskan program magang menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di dunia industri.
“Ini program baru, tapi apresiasinya luar biasa. Kita optimistis ke depan bisa terus berkembang,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, salah satu peserta magang, Ning Imas Ati Zuhrotul Afifah, alumni Universitas Negeri Semarang dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, mengaku sangat bersyukur dapat mengikuti program tersebut.
“Ini membuka cakrawala baru bagi kami para fresh graduate untuk melihat langsung seperti apa dunia kerja ke depan,” ujarnya.
Selama program magang yang berlangsung sejak November 2025 hingga 19 April 2026, Imas ditempatkan di bidang reporter, dengan pengalaman tersebut mendorongnya untuk menekuni karier di dunia jurnalistik. “Ke depan saya berencana masuk ke dunia reporter atau news anchor, supaya apa yang saya dapatkan selama magang bisa menjadi dasar saat melamar kerja,” katanya.
Ia juga menyebut program magang ini memberikan dukungan finansial yang sesuai dengan Upah Minimum Regional (UMR) Kota Semarang, yakni sekitar Rp3,7 juta per bulan. “Pembayarannya sesuai UMR Semarang, jadi sangat membantu dan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas terkait turut memberikan motivasi kepada para peserta magang. Ia menilai para peserta memiliki semangat dan harapan besar untuk masa depan Indonesia. “Harapannya Indonesia ke depan semakin baik. Masa depan ada di tangan generasi muda dengan kreativitas yang mereka miliki,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....