Pesta Rakyat Semarakkan Peringatan ke-42 Perpindahan Ibu Kota Kabupaten Magelang
- 29 Mar 2026 12:15 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Pesta Rakyat
- peringatan ke-42 perpindahan Ibu Kota Kabupaten Magelang
- gerebeg kupat
- festival balon udara,
- Pemerintah Kabupaten Magelang
RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang - Pemerintah Kabupaten Magelang mengelar pesta rakyat selama dua hari berturut-turut, Sabtu –Minggu( 28-29/3/20-26), dengan gerebeg kupat dan festival balon udara. Pesta rakyat digelar untuk menyemarakkan peringatan ke-42 perpindahan Ibu Kota Kabupaten Magelang.
Pada prosesi gerebeg kupat yang berlangsung di Lapangan drh Soepardi, Sawitan tersebut, ribuan warga berebut 7.000 ketupat yang ada di tujuh gunungan ketupat. Antusias masyarakat cukup tinggi.
Mereka memperebutkan ketupat yang berisi pecahan uang Rp 5.000 hingga Rp 100.000. Bahkan, acara seremoni belum selesai, masyarakat langsung berebut ketupat tersebut.
| Baca juga: Sekolah Rakyat Pati Ubah Nasib Anak Miskin |
“Grebeg Kupat merupakan bentuk kedekatan antara pemerintah daerah dengan masyarakat. Sedangkan filosofi kupat mencerminkan hati yang bersih, serta melambangkan kemakmuran, persaudaraan, dan simbol persatuan dalam membangun daerah,” kata Bupati Magelang, Grengseng Pamuji.
Grengseng mengatakan, kegiatan gerebeg kupat yang digelar Pemkab Magelang tersebut ribuan ketupat tersebut, merupakan kegiatan kedua kalinya dan pada tahun in bertambah dibandingkan dengan tahun lalu. Di gerebeg kupat tahun 2025 lalu, jumlah gunungan ketupat hanya tiga, sedangkan di tahun ini meningkat menjadi tujuh gunungan.
Menurutnya, jumlah tujuh gunungan ketupat yang diperebutkan tersebut melambangkan pertolongan dan pertolongan bagi Pemkab Magelang dan masyarakatnya. Harapannya, Pemkab Magelang dalam menjalankan roda pemerintahan selalu mendapat berkah serta pertolongan dan petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa,.
“”Tujuh gunungan ini melambangkan pitulungan ( pertolongan) dan pitutur (ajaran, nasihat, petuah) dari Tuhan Yang Maha Kuasa.. Harapannya Pemkab Magelang dalam menjalankan roda pemerintahan selalu mendapat berkah serta pertolongan dan petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.
Widodo, warga Dea Sukorini, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang mengaku dirinya hanya mendapatkan uang sebesar Rp 55.000 dari ketupat yang direbut di salah satu gunungan ketupat tersebut. Meskipun hanya mendapatkan uang sebesar Rp 55.000, dirinya mengaku senang, karena pada gerebeg ketuptt tahun lalu, dirinya tidak mendapatkanm apa-apa.
“ini hanya mendapatkan Rp 55.000 saja. Tetapi,Alhamdulillah, karena di gerebeg ketupat tahun lalu tidak mendapatkan apa-apa,” ungkapnya,
Setelah, usai gerebeg ketupat, sejumlah kesenian tradisional juga dipentaskan, termasuk pentas wayang orang dari Padepokan Tjipto Boedojo, Desa Tutup Ngisor, Kecamatan Dukun,Kabupaten Magealng. Pada Minggu ( 29/3), pesta rakyat dilanjutkan dengan fewstival balon udara,. (wied)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....