Masjid Bersejarah Ludes Terbakar, Gus Yasin Salurkan Bantuan Rp80 Juta
- 26 Mar 2026 19:43 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Kebakaran hebat yang meludeskan Masjid Jami' Jalaluddin Masrosyid di Desa Kendel, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, mendapat perhatian langsung dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Masjid yang telah berdiri lebih dari satu abad itu dinilai memiliki nilai sejarah tinggi bagi masyarakat setempat.
Pada Kamis, 26 Maret 2026, Gus Yasin bersama istrinya, Nawal Arafah Yasin, meninjau langsung lokasi kebakaran. Dalam kunjungan tersebut, keduanya juga berdialog dengan warga sekaligus menyalurkan bantuan.
Sebelumnya,Kebakaran terjadi pada Kamis dini hari, 19 Maret 2026 sekitar pukul 03.30 WIB yang diduga akibat korsleting listrik. Bangunan utama masjid berbahan kayu habis dilalap api, menyisakan bagian tempat wudlu yang terbuat dari tembok.
Akibat kejadian tersebut, warga terpaksa mendirikan tenda darurat di pelataran masjid untuk tetap melaksanakan ibadah. Upaya ini dilakukan agar aktivitas keagamaan tetap berjalan meski fasilitas utama tidak dapat digunakan.
Selain masjid, bangunan Madrasah Diniyah Raudhatul Ihsan yang berada di belakangnya turut terdampak. Kerusakan pada bagian atap madrasah mengganggu kegiatan belajar para santri.
Kepala Desa Kendel, Kusmanto Hadikusumo Wijoyodiningrat, mengaku bersyukur atas kehadiran langsung Gus Yasin di wilayahnya yang tergolong terpencil. Menurutnya, perhatian tersebut menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat pelosok.
“Beliau langsung tanggap dan langsung menuju lokasi sendiri. Ya, alhamdulillah beliau berkenan hadir di dukuh yang sangat terpencil dan pelosok ini. Kami bersyukur sekali," ujarnya
Ia menyebut, dalam kunjungan tersebut, Gus Yasin tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga menawarkan solusi konkret untuk pemulihan. Salah satunya dengan membantu perbaikan atap madrasah yang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp36 juta.
Untuk pembangunan kembali masjid, pemerintah desa diminta segera menyusun proposal. Rencananya, masjid akan dibangun permanen menggunakan beton dan dibuat dua lantai dengan estimasi anggaran mencapai Rp3,7 miliar.
Takmir masjid, Muhammad Toha, menjelaskan kebakaran terjadi secara tiba-tiba saat sebagian warga masih terlelap. Keterbatasan akses dan jauhnya jarak pemadam kebakaran membuat api tidak dapat segera dikendalikan.
"Diduga karena gangguan listrik. Warga tidak mampu memadamkan api, sementara jarak pemadam cukup jauh, sehingga api sudah terlanjur membesar,” katanya.
Kepala Madrasah Diniyah Raudhatul Ihsan, Sufyani, menyebut musibah ini menjadi pukulan berat karena bangunan madrasah baru direnovasi dua tahun lalu. Ia berharap proses perbaikan dapat segera dilakukan agar kegiatan belajar tidak terganggu lebih lama.
"Ini murni musibah. Masjid ini juga sudah sangat tua, lebih dari satu abad, dan seluruhnya dari kayu jati, sehingga api cepat merambat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Yasin menyalurkan bantuan total Rp80 juta kepada warga terdampak. Bantuan terdiri dari Rp30 juta dari Baznas Jawa Tengah dan Rp50 juta dari Ketua TP PKK Jateng, serta puluhan paket sembako untuk masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....